Pages

10/02/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 11


Wol sedang berjalan menuju tempat Hwon. Tiba-tiba Yang Myung menghadangnya dan menariknya ke samping sebuah bangunan. Ia memegang bahu Wol dan berkata, “Katakan padaku, apa kau mengenaliku?” Para penjaga berteriak, “Siapa dirimu!” dan menarik Yang Myung menjauh dari Wol. Para penjaga bertanya sekali lagi. Yang Myung berkata kalau ia Pangeran Yang Myung dan menyuruh mereka mundur
Nok Young muncul dan menghentikannya. Ia menyuruh penjaga untuk membawa Wol pergi. Yang Myung menyuruh mereka berhenti, tapi penjaga itu tetap menarik Wol .
Yang Myung bertanya pada Nok Young apa ia tahu siapa dirinya.
Di tempat lain, Hwon berpikir apakah mungkin Wol itu adalah Yeon Woo. Ia memikirkan hal itu setelah melihat surat mereka berdua. Wol akhirnya tiba di kamar Raja, ia pun masuk ke dalam. Sedangkan  Hwon memandangnya dengan tajam.


Nok Young dan Yang Myung sedang berdebat. Nok Young memberitahu Yang Myung kalau seharusnya ia tidak melakukan hal ini, “Ia hanya jimat hidup yang menyerap energi buruk.” Bagaimana ia bisa punya perasaan padanya.
Yang Myung: “Itu tidak masalah, keberadaanku tidak lebih dari sepotong kertas.”
Nok Young: “Sebagai seorang peramal, Saya hanya menyampaikan keinginan Tuhan.”
Yang Myung: “Masalah ini bukan Tuhan yang memutuskan. Aku akan memutuskannya sendiri.”
Nok Young: “Kau membuatnya dalam masalah……Jangan mencarinya, jika peduli padanya. Menjauhlah darinya.
Tanpa mereka tahu, Woon ada didekat mereka dan menyaksikan semuanya.


Di kamarnya. Lee Hwon menginterogasi Wol. Ia bertanya, “Jawab aku!Dimana kamu lahir?” Wol menjawab kalau ia dengar ia lahir jauh dari kota. Hwon bertanya lagi apa ia tinggal di Oh Nyang (tempat mereka bertemu sebelumnya)selama ini. Wol mengaku kalau ia terus hidup berpindah pindah bersama Nok Young. Hwon kemudian menanyakan tentang keluarganya dan apakah ia yatim piatu.
Wol menjawab kalau mereka yang tumbuh bersamanya adalah keluarganya dan ia adalah yatim piatu.
 Hwon bertanya apa ia ingat masa lalunya. Wol menjawab kalau ia kehilangan ingatannya. Ketika ia menjadi peramal, ia harus memutuskan hubungan dan ingatan tentang masa lalunya. Hwon menyuruhnya untuk mengingat kapan, dimana dan bagaimana ia kehilangan ingatan, apa ia punya kenangan menyakitkan tentangnya.


Wol: “Tolong berhentilah menanyaiku. Tak peduli berapa banyak Yang Mulia bertanya, aku tidak bisa menjawabnya. Aku tidak tahu seberapa banyak ia mirip denganku, aku bukanlah orang yang kau inginkan. Jika ada yang ingin Yang Mulia tanyakan. Tanyakanlah padanya (Yeon Woo).”


Nok Young sedang memarahi Janshil karena ia tidak menjaga rahasia dan membiarkan Yang Myung tahu rahasia Wol. Janshil memohon agar Nok Young memaafkannya, tapi Nok Young tidak mempedulikannya
Janshil: “Aku merasa kasihan padanya. Aku ingin memberinya satu hal. Hanya satu hal.Raja punya segalanya dan ia tidak punya apa-apa.”
Nok Young melotot padanya dan Janshil langsung menutup mulutnya.Nok Young menyuruhnya pergi dan memerintahkan peramal yang lain untuk menyeret Janshil pergi.
Yang Myung berjalan sendirian. (bengawanseoul.com)Ia bertanya-tanya jika kali ini ia kehilangan Yeon Woo lagi. Ia kemudian melihat ibunya berdoa di kuil malam-malam.


Tiba-tiba Janshil berdiri dengan berani, entah karena ia melihat visi atau kerasukan. Ia memanggil Nok Young, “Ibu.” Ia kemudian bertanya kenapa ibunya selalu hidup untuk melayani orang lain. Nok Young menatapnya dengan shock.


Selir Han bertanya kenapa malam-malam begini ia berada disini. Yang Myung menanyakan hal yang sama pada ibunya. Dan menambahkan ia sedang berdoa untuk siapa. Ibu berkata kalau ia sedang berdoa untuk kesehatan Raja. Yang Myung berteriak, “Pernahkan satu kali ibu memikirkanku dulu? Kenapa harus Raja?” Ibunya kaget, kenapa ia mengatakan hal-hal yang menunjukkan ketidaksetiaan.
Yang Myung: “Ini ketidaksetiaan! Tahanlah! Menyerahlah! Sembunyikan! Jangan pernah ragu! Apakah kau tidak lelah dengan semua ini, Bu? Sekali, hanya sekali…..Lakukan apa yang kau mau. Tidak apa-apa jika sekali-kali kau egois…..Bisakah kau mengatakan hal itu kepadaku?”
Air mata mulai menetes, tapi ia mencoba menahannya, “Aku tidak akan hidup untuk orang lain.”
Kembali ke Janshil yang ternyata terhubung dengan pikiran Yang Myung. Ia pun menyelesaikan kata-katanya,”Jika aku ingin tertawa, maka aku akan tertawa. Jika aku ingin marah, maka aku akan marah. Jika aku ingin mencurinya (Yeon Woo), maka aku akan melakukannya! Aku akan hidup seperti itu.”


Wol masuk ke dalam ruang pemujaan dan Janshil langsung berlari ke arahnya, ia masih terhubung dengan Yang Myung, “Ayo melarikan diri. Melarikan diri denganku. Jika itu aku, aku akan melindungimu. Jika itu aku, aku tidak akan meninggalkanmu dan menjadi seperti ini.” Nok Young menjadi sangat marah dan mendekati Janshil dan memegang kepalanya supaya ia tersadar dan memerintahkan agar Janshil segera diusir dari istana. 


Ia mengumumkan, jika ada yang menolongnya dan membawanya kembali ke Seongsucheong, maka orang itu akan mendapatkan hukuman yang sama.


Wol mendekati  Nok Young. Ia ingin menolong Janshil, “Kenapa kau sangat jahat padanya? Ia sedang tidak bisa mengontrol kekuatannya…Ia tidak punya tempat lain yang bisa ditujunya.” Nok Young menyuruhnya untuk tidak ikut campur. Seol menasehati Wol supaya ia tidak ikut campur lagi. Suatu saat Janshil akan kembali lagi. Nok Young pasti akan membawanya pulang, seperti biasa.


Wol masuk ke kamar Nok Young. Nok Young memintanya untuk tidak berbicara tentang Janshil lagi. Tapi Wol berkata kalau ia ingin keluar dari istana. Nok Young kaget, apa Wol mengancamnya.Wol mengaku kalau Nok Young benar, kalau keputusannya untuk tinggal disini sangatlah bodoh. Wol, “Yang kuinginkan adalah membuatnya aman. Tapi aku sadar kalau aku tidak bisa melakukan apapun untuknya. Aku ingin membantunya, tapi malah membuatnya bingung. Bukan aku yang dibutuhkannya”


Hwon memandang surat Yeon Woo dan Wol. Ia berpikir dan mengingat semua percakapannya dengan Wol. Ia kemudian berkata pada Woon apa maksud kata-kata Yeon Woo  kalau ia akan meminum obat yang dibawakan ayahnya dan ia tidak akan bisa melihatnya lagi.
Woon menduga kalau Yeon Woo bisa memprediksikan kematiannya. Hwon setuju, karena kematiannya sangat aneh. Hyung Sun tercekat, apa berarti Menteri Heo membunuh putrinya sendiri?
 Hwon berpikir lebih dalam lagi. Selama ini Yeon Woo sangat sehat dan tiba-tiba ia sakit parah. Kematian Yeon Woo bukan kematian yang normal. Ada orang yang berkonspirasi untuk membunuhnya.
Hwon  bertanya-tanya apa Yeom tahu tentang hal ini. Woon memberitahunya kalau saat itu Yeonm sedang dikirim ke suatu tempat oleh ayahnya. (bengawanseoul.com)Sampai saat ini ia masih menyesali, karena ia tidak bisa menjaga adiknya. Jika mereka menanyai Yeom, itu  akan terasa kejam karena akan membuka. Hwon menyuruh Woon menyelidiki obat yang diminum Yeon Woo pada hari kematiannya.
Di tempat lain, Yeom sedang berkemas karena ia diperintahkan Hwon untuk melakukan perjalanan. Ibunya datang dan bertanya berapa lama ia akan pergi dan apakah ia sudah mengatakan kepergiannya pada Min Hwa.


Yeom pun pergi ketempat Min Hwa dan Min Hwa bertanya apa ia bisa ikut dengannya. Yeom menjelaskan kalau ia tidak bisa ikut karena itu akan sangat berat  untuknya. Ia menambahkan kalau ia akan segera pulang karena ia tahu kalau Min Hwa menunggunya dirumah.
Min Hwa bertanya pada Yeom apakah ia tidak menyukainya karena ia selalu menangis dan membuatnya tidak bisa mengembangkan kemampuannya. Yeom membantah karena ia satu-satunya orang yang membawa kebahagiaan di keluarga ini setelah Yeon Woo meninggal.
Min Hwa bertanya apa Yeom akan meninggalkannya. Yeom mendesah, ia harus membuktikannya dengan cara apa lagi. Min Hwa  tersenyum dan berkata kalau ia akan mempercayai kalau ia tidak akan meninggalkannya dan segera pulang. Yeom menghapus air mata Min Hwa, Min Hwa pun tersipu malu.
Para menteri sedang bertemu. Mereka sedang membicarakan kepergian Yeom. Mereka menduga kalau Raja menyuruh Yeom untuk mengumpulkan para sarjana lagi. Menteri Yoon bertanya pada salah satu menteri apa ia sudah menyiapkan apa yang disuruhnya. Menteri itu menjawab kalau ia sudah mengumpulkan dokumen untuk menuduh kalau Yeom berbuat tidak baik dan mengirimnya ke istana. 


Hwon mengadakan pertemuan dengan menterinya. Mereka membicarakan tentang kepergian Yeom lagi. Mereka berkata kalau seharusnya Yeom tidak boleh bertindak sebagai pejabat negara dalam kapasitas apapun, karena ia telah menikah dengan putri Min Hwa. Ia seharusnya tidak boleh kemanapun.
Mereka berdebat kalau kepergiannya mungkin membawa implikasi politik. Tapi Hwon menjawab kalau Yeom hanya pergi untuk berlibur. Kenapa mereka takut. Apa mereka mengira kalau Yeom pergi ke Yeongnam untuk mengumpulkan para sarjana.
Hwon berpikir dalam hati kalau mereka sudah mematahkan sayap Yeom dan sekarang mengancamnya dengan keselamatan Yeom. Hwon kemudian berkata pada Woon kalau mereka akan membuat pertunjukan.


Hwon pergi kesekretariatan negara. Ia membuat kekacauan dengan bertanya kenapa semakin sedikit surat yang sampai padanya. Apakah mereka menyembunyikan sesuatu. Ia pun mulai membuang buku yang ada di rak. Menteri dan petugas yang ada disana menjadi ketakutan. Disaat yang sama Woon menyelinap untuk mengambil beberapa buku (mungkin buku hasil penyelidikan Raja yang sebelumnya, dimana Hwon tidak boleh membacanya). Ia pun  memberikan buku itu pada Hyung Sun. 


Hyung Sun memberi tanda pada Hwon. Hwon pun segera pergi meninggalkan tempat itu. Kelihatannya mereka sengaja melakukan itu agar bisa mencuri buku tersebut.


Di kamarnya, Hwon membaca buku-buku tersebut. Ia tampak gusar. Woon bertanya apakah ia menemukan sesuatu.
Hwon: “Tidak ada apapun! Aku tidak menemukan apapun. Didalam buku ini tertulis kalau Yeon Woo sakit, tapi sebelumnya ia sangat sehat. Waktunya sangat aneh…..kenapa….kenapa ini terjadi?”
Di kamar Bo Kyung, seorang dayang istana melaporkan semuanya kepadanya.
Bo Kyung: “Peramal itu mirip dengan seseorang?”
Dayang: “Hamba tidak yakin, tapi itulah yang kudengar. Peramal itu sangat marah. Ia memberitahu Raja kalau ia tidak tahu seberapa mirip ia dengannya, tapi ia bukan gadis itu.”
Bo Kyung menjadi marah. 


Bo Kyung berjalan menuju istana Ibu Suri. Ketika melewati istana tempat Yeon Woo dulu tinggal, ia mendengar seorang wanita menangis. Bo Kyung bertanya pada dayang-dayangnya, “Apa kalian mendengar suara seorang wanita menangis? Apakah ada seseorang disana.” Tapi tidak ada seorang pun yang mendengar. Ia ketakutan, kemudian berusaha menenangkan diri. Ia pun melanjutkan perjalanannya. Ketika ia sampai di istana Ibu Suri, ia diberitahu kalau Nok Young sedang ada didalam.


Nok Young bertemu dengan Ibu Suri. Ia memberitahunya kalau Wol tidak akan menjadi jimat lagi. Ia menjelaskan kalau kesehatan Raja akan membaik tanpa perlu menghadirkan jimat hidup. Akan sangat berbahaya jika Wol tetap ada disisinya. Ia juga berjanji akan membuat hari penyempurnaan perkawinan antara Raja dan Ratu berhasil. Ibu Suri berkata kalau ia bisa melakukan apapun yang ia mau asalkan ia berhasil menjalankan janjinya itu.


Di luar, Nok Young bertemu dengan Bo Kyung. Bo Kyung berkata kalau ia mendengar bahwa kesehatan Raja membaik karena adanya seorang jimat.
Bo Kyung: “Tapi aku dengar kalau jimat itu mirip dengan Heo Yeon Woo. Raja tidak akan memandang wanita lain tapi ia memandangnya…..Aku sangat penasaran dengan wajahnya. Aku ingin bertemu dengannya.”
Nok Young: “Wajah Yang Mulia terlihat sangat khawatir. Kapan Yang Mulia mulai mendengar suara-suara itu? Jangan khawatir….ia akan segera meninggalkan istana. Dan malam penyempurnaan perkawinan Yang Mulia segera tiba. Yang Mulia tidak usah khawatir lagi.”
Bo Kyung tersenyum. Ia terlihat sangat lega.


Di Seongsucheong, Nok Young memberitahu Wol kalau ia diperbolehkan pergi. Ketika ia keluar dari kamar Nok Young, seorang temannya memberikan surat dari Janshil:
“Aku baik-baik saja, karena ada orang yang menolongku. Ia orang yang berjiwa bebas dan sangat tampan. Aku aman sekarang.Tolong bantu aku. Bawakan pakaianku keluar.” Ia menambahkan kalau sebaiknya ia tidak membawa Seol, karena ia menduga Seol ada di pihak Nok Young.


Wol pun mengemasi pakaian Janshil, tiba-tiba ia menemukan sesuatu. Ia membukanya dan melihat binyeo pemberian Hwon untuknya, bulan memeluk matahari. Tapi ia tidak ingat barang itu dan memasukkannya ke dalam tumpukan barang Janshil.
Hwon menyelidiki kematian Yeon Woo lagi. Tapi terus menemui jalan buntu. Ia mencoba mengingat orang yang mungkin tahu kejadian ini, hampir semuanya sudah meninggal. Hanya tinggal satu orang yang masih hidup, Kasim ayahnya.


Di luar, Hyung Sun membawakan manusia salju kecil. Ia heran kenapa Hwon menyuruh membuat barang kekanak-kanakan seperti itu. Ketika ia masuk ke dalam,ia melihat kalau kamar itu kosong. Ia merengut kemudian berteriak……


Hwon sedang dikota dengan pakaian bebas bersama Woon. Ia berhenti sejenak karena merasa mendengar teriakan Hyung Sun. Mereka pergi ke rumah kasim yang dulu bekerja untuk ayahnya. Pembantunya berbohong kalau tuannya sedang pergi, tapi Hwon melihat kalau sepatunya ada diluar. Hwon bertanya dengan keras sehingga ia mendengarnya,  tak peduli berapa lama ia akan bersembunyi, kebenaran akan muncul dan siapa yang bersalah akan mendapatkan hukuman. Ia menambahkan kalau ia akan menghukumnya jika besok ia tidak datang ke istana.
Woon bertanya, jika ia tahu kasim itu ada dirumah, kenapa ia tidak menemuinya
Hwon memberitahunya kalau hari ini ia ingin membuktikan kecurigaannya, kalau kematian Yeon Woo bukan karena penyakit, karena jelas-jelas kasim ini disuruh menutup mulutnya tentang sesuatu selama 8 tahun. (bengawanseoul.com)Jika ia menemuinya, ia takut kalau ia tidak mendapatkan informasi yang ia butuhkan.
Ia juga menambahkan kalau ayahnya pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia punya alasan untuk tidak mengungkapnya, “Alasan itu…..apa mungkin ia meninggalkannya di suatu tempat?”


Yang Myung sedang makan bersama Janshil. Ia menyuruh Janshil untuk kembali ke Seongsucheong, tapi Janshil tidak mau. Ia merasa takut tidak bisa memohon karena jika ia pulang maka ia akan disiksa dulu.
Yang Myung bertanya-tanya kenapa ia mengambil resiko sebesar itu untuk membantunya, jika ia takut. Janshil: “Itu karena kau adalah orang pertama. Kau orang pertama yang mempertaruhkan hidupmu untuk membantuku.”
Janshil berkata kalau ia sudah melupakan wajah orangtuanya, tetapi ia tidak pernah melupakan Yang Myung. Ia kemudian bertanya, apakah Yang Myung punya seseorang yang tidak pernah dilupakannya.


Yang Myung: “Ia gadis yang pandai dan cantik….yang membuatku merasa di tenang jika aku memandangnya. Ia sering melukaiku tapi juga membuatku bahagia.”
Janshil: “Jadi seharusnya aku tidak memanggil Wol unni kesini.”
Yang Myung: “Apa yang kau katakan?”
Janshil: “Aku meminta Wol unni untuk datang kesini supaya kau bisa bertemu dengannya.


Wol sedang berjalan di kota. Ia melihat sekelilingnya dan ingatannya  mulai kembali. Ketika melewati toko kertas, ia mendengar percakapan dirinya dengan Seol tentang surat permintaan maafnya. Ketika ia dekat dengan kios pandai besi, ia teringat Seol yang pamit padanya, juga ingatan tentang Hwon mulai muncul. Ia jadi bingung dan merasa pusing. Ia pun terjatuh. Untunglah ada seorang pria yang menangkapnya sebelum ia jatuh.


Orang itu adalah Hwon. Mereka pun saling memandang. Setelah beberapa lama, mereka merasa malu dan melepaskan diri. Mereka kemudian mengobrol dengan canggung. Wol heran kenapa Woon tidak ada disampingnya. Hwon menjelaskan walau Woon tidak bersamanya, ia pasti menjaganya dari suatu tempat.


Hwon bertanya, “Kupikir kau sebuah jimat, kenapa kau berkeliaran disiang hari.”
Hwon: “Sekarang aku tahu kenapa aku merasa tidak enak badan setelah kau pergi.”
Wol kaget dan memandangnya dengan khawatir,”Apakah Yang Mulia sakit?”
Hwon menjadi merasa tidak enak: “Aku hanya bercanda….Kenapa kau tidak memahaminya?
Wol: “Itu bagus, hamba akan pergi sekarang….”
Hwon: “Tunggu!”
Tapi Wol terus berjalan. Hwon ingin mengejarnya, tapi kemudian melihat seorang menterinya. Ia pun segera berbalik. (bengawanseoul.com)Woon menghampirinya dan berkata kalau sebaiknya mereka kembali. Para Menteri sedang menuju ke arah mereka.


Seorang menteri sedang memarahi seorang anak kecil. Anak kecil itu meminta maaf, tapi Menteri itu tidak bergeming. Ia berkata kalau anak itu harus menjadi budaknya untuk membayar kerusakan pada bajunya. Wol melihatnya dan meyuruh Menteri itu melepaskan anak yang ketakutan tersebut, karena itu hanya sebuah kecelakaan. Ia mulai menjelaskan alasannya tapi Menteri itu menyuruh pelayannya untuk menangkap Wol dan membawanya pergi sebagai budaknya.


Tiba-tiba Hwon dan datang dan menarik tangan Wol. Mereka berdua berlari bersama, bahkan melewati menteri yang lain. Awalnya Menteri Yoon tidak melihatnya, tapi setelah ia melewatinya, Menteri Yoon berpikir apakah orang yang baru saja melewatinya itu Raja..
Akhirnya mereka berhenti di tempat yang aman.


Hwon: “Beraninya kau!” Apa kau tidak takut sama sekali?”
Wol: “Tapi ini kesalahannya….”
Hwon berpendapat kalau tidaklah salah jika seseorang meminta ganti rugi pada orang yang merusak bajunya yang mahal. Wol bertanya berapa mahal baju tersebut dan memandang baju yang dipakai Hwon. Ia menambahkan bangsawan tinggi seperti dirinya seharusnya hidup lebih sederhana.
Ia mengutip sebuah cerita kalau seharusnya Raja memberi contoh  untuk hidup sederhana sehingga rakyatnya mengikuti. Hwon heran kenapa Wol selalu bisa membuatnya merasa buruk.


Wol mengalihkan pandangannya dan melihat pertunjukan boneka, Hwon juga melihatnya. Seseorang memaksa mereka untuk melihatnya, bahkan ia menyeret Hwon. Dan menyuruhnya duduk, Wol yang khawatir pun mengikutinya. Pria itu menyuruh Hwon untuk membayar 5 sen. Hwon tidak bereaksi. Mungkin ia tidak membawa uang atau tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Wol tersenyum dan membayar 10 sen dan pria itu menyuruh mereka untuk bersenang-senang. Hwon berkata kalau ia akan segera membayar hutangnya, tapi Wol menahan tawanya dan  berkata kalau itu tidak perlu. Pertunjukkan boneka itu menceritakan tentang kisah cinta tragis antara seorang dayang dengan Rajanya.


Hwon merasa tidak nyaman dan terus gelisah Sedangkan Wol menonton pertunjukkan itu dengan tenang. Ketika semua orang mengeluh karena ia terus bergerak dan membuat mereka semua tidak bisa melihat, Hwon langsung berteriak, “Apa kalian tidak tahu siapa aku!” Wol jadi malu sedangkan Hwon tersadar dan kembali diam. Hwon bertanya pada Wol sangat menyukai pertunjukkan seperti itu. Wol membenarkan dan kembali memonton dengan serius. Hwon terus menatap Wol, ia sama sekali tidak mempedulikan pertunjukkan itu.
Ditempat lain, Yang Myung dan Janshil masih menunggu Wol. Yang Myung sangat gelisah dan bertanya apa Janshil memberitahu arah yang benar. Janshil tidak menjawab karena ia tertidur. Yang Myung mengambil sebuah baju dan menyelimuti Janshil


Wol masih menonton bersama Hwon.Wol bertanya, “Apa yang Mulia berhasil menemuinya?”
Hwon: “Aku tidak bisa menemuinya.”
Wol: “Kenapa Yang Mulia tidak bisa menemuinya?”
Hwon: “Karena ia sudah tidak ada di dunia ini.”
Wol: “Kenapa itu….?”
Hwon: “Itu semua salahku. Aku gagal melindunginya. Ada banyak hal yang ingin kukatakan padanya, tapi aku tidak bisa melakukannya. Sampai sekarang aku belum bisa meupakannya…….Kudengar seorang peramal bisa berbicara dengan orang mati. Apa itu benar?”
Wol: “Kudengar juga begitu.”
Hwon: “Apakah kau bisa mengatakan padanya menggantikanku?’
Wol: “Apa pesanmu padanya?”
Hwon: “Kalau aku sangat….sangat menyukainya.”


Mereka saling menatap dengan pandangan sedih, kemudian Hwon tersenyum….


Ternyata Yang Myung melihat mereka. Ia berbalik dengan air mata yang menggenang…….








Credits: www.dramabeans.com

1 comments:

My Love TVXQ mengatakan...

whoooooW! ceritanay semakin bagusss dan menarik setiap episode nya!! mau cepet2 liat episode lanjutanyya...

gomapta~unnie~
^o^

Posting Komentar