Pages

11/02/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 12


Setelah melihat Hwon dan Wol, Yang Myung berbalik dan berjalan sendirian. Ia berkata dengan keras pada orang yang mengikutinya,”Sudah berapa lama kau tahu." Woon menghampirinya. Woon berkata kalau Wol sangat mirip dengan Yeon Woo. Yang Myung bertanya, “Apa Raja berkata kalau ia sangat mirip dengan Yeon Woo? Apa ia menyuruhmu untuk merahasiakannya dariku? Kau benar-benar sudah menjadi orangnya.” (Woon ada dipihak Hwon sekarang). Woon terlihat sedih tapi ia tidak bisa membantah.


Hwon dan Wol berjalan bersama setelah mereka selesai menonton pertunjukkan boneka. Hwon, “Terimakasih, aku sudah melihat pertunjukkan itu dengan baik.” Wol: “Baguslah.” Hwon mengeluh tentang jalan ceritanya. Seorang rakyat biasa tidak tahu kalau ia Raja dan jatuh cinta padanya, “Aku harus membunuh orang yang membuat cerita menggelikan seperti itu.” Wol menjelaskan: “Karena itulah manusia. Bagaimana mungkin hal-hal yang terjadi diantara dua orang manusia bisa dijelaskan dengan akal sehat dan logika?”
 Hwon berkata kalau ia masih merasa geli dan berjanji akan membayar hutangnya. Ia tidak suka berhutang pada seseorang. Ia kemudian menambahkan kalau mereka akan segera bertemu lagi. Hwon pergi, Wol menatapnya dan berkata dengan sedih, “Aku tidak bisa bertemu denganmu hari ini. Aku akan meninggalkan Seongsucheong.”


Wol berbalik setelah Hwon pergi, tapi Yang Myung kemudian datang. Ia berkata kalau ia sudah mengirim Janshil kembali ke Seongsucheong. Wol akhirnya tahu kalau Yang Myung yang merawat Janshil. Ia memberitahunya bagaimana Janshil mendeskripsikan dirinya, “Jadi kau pria yang berjiwa bebas yang dibicarakannya. Aku khawatir kalau dia bertemu dengan orang jahat.” Yang Myung menjawab: “Karena aku pria tampan yang keren, apa aku layak untuk ditangkap?” 



Wol berterimakasih padanya dan berbalik pergi. Yang Myung berubah menjadi serius dan  bertanya jika ia khawatir terhadap Janshil, kenapa ia baru teringat pada Janshil sekarang. Apakah perhatiannya tertuju pada hal lain sampai-sampai ia lupa untuk siapa ia datang dan siapa yang mungkin sedang menunggunya. Ia menambahkan kalau ia tidak tahu apa ia bisa melakukannya lagi. Wol bertanya apa maksud perkataannya itu. Yang Myung berkata , “Aku tidak bisa diam saja dan membiarkanmu melihat  orang lain lagi.” Ia kemudian pamit dan pergi meninggalkan Wol yang masih bertanya-tanya.
Hyung Sun memarahi Hwon karena melarikan diri lagi. Ia mengomelinya tentang semua rasa sakit yang harus dirasakannya karena harus mengumpulkan salju dari atap untuk hal yang tidak berarti. Hwon hanya berkata, “Untung kau masih hidup.”


Kemudian Hyung Sun mengeluh karena tangannya membeku saat membuat boneka salju itu. Hwon tiba-tiba memegang tangan Hyung Sun dan menawarkan untuk meletakkannya ke dadanya yang panas untuk menghangatkannya. Kata-katanya itu membuat Hyung Sun ketakutan dan membuat alasan supaya bisa pergi sambil menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
Nok Young memberitahu Wol kalau besok ada seseorang yang akan membawanya dan Seol pergi. Nok Young menyuruh Wol untuk pergi ke tempat yang jauh, “Kenapa kau tidak menjawab?” Wol teringat Hwon berkata kalau mereka akan bertemu lagi jika ditakdirkan begitu. Wol memohon pada Nok Young supaya bisa bertemu dengannya sekali lagi, hanya untuk mengucapkan selamat tinggal. Nok Young bertanya ia mulai ragu-ragu lagi? Ia menambahkan karena Wol sudah memutuskan untuk pergi, ia harus tetap pada keputusannya. Tapi Wol berkata kalau ia punya sesuatu yang harus dikatakannya pada Hwon. Ia memohon sekali lagi.
Bo Kyung kesal dan teringat mata-matanya berkata kalau Wol mirip dengan Yeon Woo, jadi ia pergi keluar.


Wol berjalan menuju kamar Hwon dan tiba-tiba Bo Kyung muncul. Ia meminta Wol untuk melepaskan penutup wajahnya supaya ia bisa melihatnya. Penjaga melarangnya. Bo Kyung tetap berkeras, “Dengarkan aku dan angkat kepalamu.” Mereka membuka penutup wajahnya, ternyata gadis itu bukan Wol tapi peramal yang lain. Bo Kyung tersenyum puas, karena wajah gadis itu hanya biasa-biasa saja.


Hwon sedang menunggu dan ketika seseorang masuk ia berkata kalau ia terlambat . Ketika ia mengangkat wajahnya ternyata yang datang adalah Bo Kyung. Hwon terlihat shock melihatnya. Bo Kyung berkata kalau wajahnya sama seperti waktu mereka pertama kali bertemu.Hwon berkata kalau ia sudah menyuruhnya untuk tidak datang ke kamarnya. Bo Kyung bertanya, bagaimana gadis itu bisa mirip dengan gadis yang bersamanya 8 tahun yang lalu. Ia menambahkan kalau ia bisa memiliki gadis itu, “Aku tidak peduli. Kau memberitahuku kalau kau tidak akan pernah mencintaiku. Aku tidak akan peduli. Tapi ada satu hal yang tidak boleh kau lupakan. Tidak peduli siapa yang kau cintai, Akulah Ratunya. Apa kau mengerti? Kau akan mengakuinya suatu saat nanti.” Bo Kyung pergi dan menyuruh gadis peramal itu masuk.
Gadis itu masuk kedalam kamar dan Hwon menatapnya dan bertanya siapa dirinya. Ia berkata kalau ia jimat penyempurnaan. Hwon bertanya tentang jimat yang menyerap penyakitnya. Gadis itu menjawab kalau pekerjaannya sudah selesai, jadi ia akan meninggalkan Seongsucheong.


Wol sedang membereskan barang-barangnya dan berbicara dengan Seol. Seol berkata kalau wajah Wol seperti akan menangis dan bergumam kalau seharusnya Nok Young membiarkan Wol mengucapkan selamat tinggal. Nok Young datang dan menyuruh Wol untuk berganti pakaian.
Hyung Sun mengantarkan Wol. Wol bertanya kenapa Hwon memanggilnya. Hyung Sun memintanya supaya tidak membuat Raja jadi kecewa. (bengawanseoul.com)Wol berkata kalau ia tahu apa yang Hyung Sun khawatirkan dan ia tidak akan berpikir begitu, “Aku tidak akan melakukannya.”


Hwon bertanya siapa yang memberinya ijin untuk pergi. Wol menjawab kalau pekerjaannya sudah selesai. Hwon bertanya, “siapa bilang kau sudah selesai. Wol: “Kau tidak memerlukanku lagi.” Hwon, “Bukankah kau pernah bilang akan menyembuhkan rasa sakitku?” Wol mengingatkan kalau ia pernah memerintahkan supaya ia tidak dekat-dekat dengannya. Hwon: “Aku tidak pernah bilang untuk menjauh juga.”
Ia kemudian menenangkan diri dan berkata kalau Wol benar. Melihatnya sekarang membuatnya bingung, karena ia tidak tahu siapa yang dilihatnya, Yeon Woo atau Wol, “Sampai aku tahu perasaan apa ini, kau jangan berani pergi jauh dari sisiku. Ini perintah kerajaan.”


Ratu Han memberitahu Bo Kyung kalau malam penyempurnaan perkawinan mereka tinggal beberapa hari lagi. Itu hari yang terbaik. Ia meminta supaya Bo Kyung tidak memikirkan rumor yang beredar dan memintanya untuk menjaga. Bo Kyung berkata kalau ia akan hati-hati.
Bo Kyung keluar dan berkata pada dirinya sendiri kalau kali ini Raja tidak bisa menghindar dan semua tidak akan berjalan seperti yang Hwon harapkan. Ia meminta dayangnya untuk memberitahu ayahnya supaya datang ketempatnya.
Seorang menteri sedang mengeluh tentang mabuknya. Menteri yang lain berkata kalau itu karena ia bertambah tua karena ia merasa baik-baik saja. Mereka melihat menteri Yoon sedang menyuruh orang untuk memeriksa buku dan catatan. Menteri Yoon mendengar kalau catatan kejadian 8 tahun yang lalu hilang. Orang-orang disuruhnya mencari dan mereka berkata kalau mereka sudah menemukannya.(Woon sudah mengembalikannya secara diam-diam)


Hwon berkata kalau Woon melakukan hal yang benar dengan mengembalikan buku itu sebelum para menteri itu tahu. Hyung Sun masuk dan berkata kalau mereka punya masalah besar. Kasim  Raja terdahulu yang dicari Hwon, gantung diri.
Seorang polisi (dulu kepala siswa Sungkyungkwan) memakan apa yang korban makan sampai polisi yang lain tercengang. (bengawanseoul.com)Ia berpikir kalau ini bunuh diri, “Kita tidak perlu menyelidikinya lebih lanjut.”
Hwon sedang berpikir kenapa orang itu bunuh diri? Pasti ada alasan kenapa ia mati. Apa yang ingin disembunyikannya, “Ada rahasia yang seharusnya tidak diketahuinya.” Hwon meminta pada Hyung Sun untuk membawa masuk seseorang secara rahasia.


Polisi (Hong Kyu Tae) itu dibawa masuk untuk bertemu dengan Hyung Sun. Ia kemudian melihat Hwon yang duduk dibalik layar. Hwon bertanya, “Apa kau mengingatku?” Polisi itu berkata bagaimana ia bisa lupa. Hwon berkata kalau Hong Kyu Tae sudah menjadi salah satu pegawainya. Hwon kemudian bertanya tentang kejadian bunuh diri itu. Polisi itu bertanya apa Hwon memberinya kasus itu. Hwon berkata, jika kasus itu dikerjakan oleh polisi yang lain, maka ia tidak akan tahu kebenarannya. Hwon menyuruhnya untuk berpura-pura menyelidiki kasus itu tapi sebenarnya ia ingin dia menyelidiki hal yang lain. Ia akan menyelidiki kematian Yeon Woo 8 tahun yang lalu.


Menteri Yoon bertemu dengan Ibu Suri. Ia  menduga kalau Raja sedang menyelidiki kejadian 8 tahun yang lalu. Menteri Yoon khawatir karena ia ikut terlibat. Ibu Suri berkata tidak peduli seberapa banyak Raja mencari, tapi tidak akan ada yang terjadi. Walaupun jika ia akhirnya tahu, ia akan menguburnya lagi. (Pasti ada hubungannya sama Min Hwa)


Min Hwa sedang berkhayal kalau ia sedang menatap Yeom yang sedang membaca. Ia berkata kalau Yeom terlihat tampan ketika ia membaca dan berharap kalau ia menjadi bukunya. Ia menambahkan, “Jika tubuhku ada hurufnya, mungkin kau akan melihatku lebih sering.”
 Khayalannya hancur ketika dayangnya  berkata jika Min Hwa menuliskan sesuatu di tubuhnya, maka ia akan menderita karena membutuhkan perjuangan untuk menghapusnya. Min Hwa mengeluh sudah berapa lama suaminya pergi. Ternyata Yeom baru pergi selama dua hari. Ia kemudian teringat kalau Yeom memintanya untuk menjaga ibu selagi ia pergi.
Min Hwa pun pergi menemui ibu mertuanya. Ibu sedang membaca surat dari ratu han. Ibu berbicara tentang malam penyempurnaan perkawinan Raja. Min Hwa berkata kalau ia harus pergi ke istana, karena ia punya beberapa saran untuk Bo Kyung agar mendapatkan seorang putra. Ia membaca dari beberapa buku untuk tetap berbaring di sebelah kiri, ia juga harus makan banyak sayuran. Dayangnya menekankan bagian buku mana yang harus dibaca. Min Hwa heran dan dayangnya beralasan kalau ia membacanya untuk mendapatkan pengetahuan. Min Hwa menyahut, ”Ternyata kau berpura-puralah naïf ketika kau sudah tahu segalanya.”


Min Hwa pergi ke istana dan secara tidak sengaja bertemu dengan ibu Suri. Ibu Suri menyapa Min Hwa. Min Hwa terlihat sedikit takut. Ibu Suri bertanya bagaimana keadaan suaminya. Ibu Suri menyarankan agar mereka pergi ke kamar Ratu bersama-sama karena Min Hwa akan pergi ke sana juga. Tapi Min Hwa membuat alasan dan segera pergi. Kelihatannya setelah melihat perbuatan neneknya dulu, ia jadi tidak merasa nyaman bila ada didekatnya.
Hwon bertanya-tanya kenapa ayahnya menjaga rahasia itu. Dokter kerajaan datang dengan professor Physiognomy. Dokter itu mengecek kesehatan Hwon. Hwon bertanya kenapa professor-profesor itu datang padanya. Ia memberikan sesuatu pada Hwon dan berkata kalau tanggal penyempurnaan pernikahannya. Hwon melihatnya, ternyata 3 hari lagi. Merka berkata kalau cuacanya juga bagus, tapi Hwon beralasan kalau badannya terasa belum sehat. Mereka berkata kalau Hwon tidak bisa menundanya. Hwon berteriak kalau ia merasa tidak enak badan dan menyuruh mereka pergi.


Bo Kyung sedang bersama ayahnya. Bo Kyung memberitahu ayahnya kalau Hwon beralasan ia tidak merasa sehat lagi. Bo Kyung berkata kalau Hwon sudah menundanya berulangkali. Mereka harus melakukan sesuatu. Menteri Yoon bertanya apa ia punya ide yang bagus. Ia menekankan kalau Hwon bukanlah tipe orang yang menyuruh jimatnya selalu berada disisinya. Tapi ia tetap melakukannya dan itu sangatlah aneh. Yahnya ingin menyingkirkannya. Bo Kyung melarangnya, sampai hari penyempurnaan perkawinannya, jimat itu harus tetap ada disisinya.
Ia mengingatkan apa yang ayahnya pernah katakan, pernikahannya tidak berdasarkan cinta. Dan itu benar. Karena ia tidak memperoleh cinta Raja, maka ia berniat mengambil keuntungan darinya.
Wol teringat kalau Hwon pernah berkata supaya ia tidak pergi dari sisinya sampai ia tahu perasaan apa yang ada di hatinya.
Para gadis peramal sedang melihat barang-barang shaman yang dikirim ke Seongsucheong. Wol datang dan heran melihatnya. Janshil kemudian mendekatinya dan memberikan surat dari Yang Myung, “Apa kau menyukainya. Aku berharap kau bisa menggunakannya dengan baik.”


Wol pergi keluar untuk mencari Yang Myung. Yang Myung mendekatinya dan bertanya apa ia sedang mencarinya. Ia menambahkan kalau ia tidak tahu apa yang disukainya, jadi ia meminta seseorang untuk memilihnya. Wol bertanya kenapa ia mengirimkan hadiah, ia hanyalah seorang peramal biasa.
Yang Myung: “ Apa kau benar-benar tidak tahu? Aku menyukaimu.”
Wol: “Jangan bercanda.”
Yang Myung: “Aku tidak bercanda.” Wol berkata kalau Yang Myung tidak tahu apapun tentang dirinya. Yang Myung mengutip apa yang pernah dikatakan Wol padanya, “Jangan bersembunyi dibalik tawa dan jangan  pernah menipu hatinya juga aku harus melepaskan rasa sakit didalam hatiku. Kau adalah orang pertama yang mengatakannya dan kata-katamu menghiburku. Awalnya aku bingung kalau kau mungkin gadis yang pernah kusukai, tapi ternyata orang yang kulihat adalah dirimu.”(Yang Myung menyukainya sebagai Wol dan bukan hanya karena ia mirip Yeon Woo).


Nok Young berkata kalau ia khawatir. Akan ada kekacauan yang besar. Ia sedang berbicara dengan Hye Gak yang dulu pernah membantunya, “Bagaimana kau bisa menghentikan takdir dengan kekuatan manusia. Nok Young berkata kalau 3 hari lagi malam penyempurnaan, jika itu berjalan lancar , semuanya akan baik-baik saja. Hubungan Wol dengan Hwon akan rusak, ia akan bisa mengirim Wol pergi dengan selamat.  Hye Gak bertanya, “Apa kau pikir kepergiannya akan lebih baik? Kebenaran yang kita kubur sudah mulai muncul.” Nok Young menunjukkan kalau mereka tidak bisa menghindari kekacauan itu.


Hwon sedang membaca dan Wol memandanginya. Hwon: “Aku tahu kalau aku tampan, tapi berhentilah memandangiku.”Ia menambahkan kalau seorang pria yang sedang bekerja itu terlihat keren. Wol tersenyum. Hwon: “Apa kau baru saja tersenyum?” Hwon berkata kalau ia ingin jalan-jalan dan mengajak  Wol untuk keluar.


Mereka berdiri di halaman yang bersalju, Wol bertanya apa yang membuatnya bermasalah hari ini. Hwon memberitahunya kalau ada seorang pria yang bunuh diri hari ini dan ia lah penyebabnya, “Bayangan kematian selalu mengikuti orang-orang yang dekat denganku. Orang yang kujaga semuanya jatuh dalam bahaya. Aku tidak bisa melindungi mereka semua dan bukan hanya itu, aku tidak bisa menghapus kepahitan mereka.”


Wol memberitahunya kalau ini bukan kesalahannya dan orang-orang itu tahu bagaimana ia melindungi mereka. Hwon menyuruhnya untuk menggunakan kekuatan mistisnya untuk menjawab pertanyaannya, Apa kebenaran yang selama ini dicarinya akan muncul ke permukaan. Wol menjawab iya. Hwon mengulangi pertanyaannya lagi, tapi kali ini ia ingin Wol menjawab dengan pendapatnya. Wol tetap menjawab iya dan memberitahunya kalau ia percaya padanya: “Sebuah simpul yang kusut tidak akan bisa langsung terurai. Tapi jika Yang Mulia menarik setiap bagian dari simpul itu, satu demi satu, suatu hari kebenaran yang tersembunyi akan terungkap.”
Hwon berterimakasih padanya. Ia merasa tergerak oleh rasa percaya Wol, “Itu adalah hiburan hangat pertama yang kuterima dalam waktu yang lama.”
Menteri Yoon menekankan untuk mempertahankan tanggal penyempurnaan perkawinan yang baru. Hwon marah dan berkata kalau kesehatannya belum baik. Tapi Menteri itu sudah menyiapkan jebakan yang licik. Ia berkata kalau jimat itu sudah menemaninya selama beberapa lama. Jika tidak berefek padanya, mungkin itu kesalahan sang jimat. Jimat itu harus dihukum karena tidak bisa meningkatkan kesehatan Raja demi keamanan Negara. 


Ini adalah cara Bo Kyung untuk memanipulasi Hwon dengan menggunakan rasa cintanya dan hasilnya, Wol akan meninggalkan istana dalam keadaan hidup maupun mati. Menteri Yoon bertanya bagaimana jika Hwon berkeras kalau ia akan tetap menempatkan Wol disisinya bahkan setelah penyempurnaan perkawinan mereka.
Bo Kyung menjawab kalau ini artinya ayahnya harus mengumpulkan serta menggerakkan  para sarjana untuk tujuannya, karena bagaimana mungkin seorang Raja yang menjadi contoh bagi rakyatnya, menyimpan seorang wanita di dalam istananya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Konfusius.
Para peramal sibuk membersihkan Seongsucheong dn ketika Janshil protes karena tugas-tugas mereka menjadi berlebihan, seorang peramal yang lain mengingatkan kalau mereka harus mempersiapkan upacara doa untuk upacara penyempurnaan perkawinan Raja. (bengawanseoul.com)Wol mendengarkannya dan mulai gelisah. Di tempat lain, Hwon duduk dengan suram, ia tidak mendengarkan Hyung Sun yang memberinya alas an-alasan kenapa ia harus tetap melakukan ini.


Hwon menyahut: “Bagaimana kau juga mengatakan hal itu?” Hyung Sun memberitahunya kalau ia terus menolak maka ia menempatkan Wol dalam bahaya. Hwon meletakkan kepalanya ke tangannya dan memberitahu Hyung Sun untuk tidak membawa Wol kekamarnya mala mini. Ia tidak mau Wol menunggu dikamar yang kosong.
Malamnya Hwon mulai mempersiapkan diri. Dokter istana memberinya akupuntur, sedangkan dayang-dayangnya mulai mendandaninya.


Sedangkan Bo Kyung juga mempersiapkan diri. Ia memakai bajunya yang terbaik dan menunggu kedatangan Raja. Hwon berjalan menuju ke kamar Bo Kyung dengan wajah murung seperti akan di eksekusi.


Wol diberi perintah untuk menjauhkan diri. Yang Myung menemukannya sedang berjuang menahan air matanya di halaman. Yang Myung menduga kalau Wol sudah tahu kalau hari ini Hwon akan tidur dengan Bo Kyung. Yang Myung berkata kalau ini yang diharapkan dari Raja yang harus memberikan keturunan. Kata-katanya tidak dapat menghilangkan rasa sakit Wol. Ia tahu kalau kata-kata Yang Myung benar, tapi ia tidak bisa menahan air matanya yang mulai terjatuh. Yang Myung bertanya apa ia bisa menjadi orang yang dipilihnya.


Raja dan Ratu duduk berhadapan dan Hwon mulai melepas pakaiannya sesuai prosedur yang diberikan pada mereka.
Sampai saat terakhir Hwon masih tidak bisa memaafkan Bo Kyung dan berkata kalau Bo Kyung pasti sangat bahagia karena mendapatkan apa yang di inginkannya selama ini. Bo Kyung menjawab kalau ini bukanlah hal yang di inginkannya saja, ini adalah harapan semua orang termasuk rakyat .


Wol menyuruh Yang Myung untuk pulang, tapi Yang Myung tidak mau, ia menekankan, maukah Wol datang padanya? Ini seperti pembicaraan mereka ketika remaja, tapi kali Yang Myung tidak menyerah dan berpura-pura kalau kata-katanya hanya lelucon. Ia berkata kalau ia sudah lelah menjadi pangeran dan ingin meninggalkan posisi ini. Ia sudah siap untuk melarikan diri. Terus menjadi peramal juga tidak baik untuk Wol, Jika Wol ingin melarikan diri, apakah ia mau melarikan diri bersamanya?


Hwon duduk dengan diam dan marah. Bo Kyung mengingatkannya apapun yang terjadi, ia adalah istrinya. Tiba-tiba Hwon meraihnya, menariknya ke dalam pelukannya dan menyentuh wajahnya.


Ia berkata, “Walaupun kau tidak bisa memiliki hatiku, kau tetap ingin menjadi ibu Raja yang selanjutnya. Baiklah. Untukmu, aku akan melepaskan jubahku.”








Credit: www.dramabeans.com

9 comments:

Anonim mengatakan...

Makin seru, lanjutkan!

Anonim mengatakan...

Tambah seru,, bikin penasaran, wol kaya nya udh mulai suka.
Kasian wol

Wa Ode Berlian mengatakan...

ditunggu yaa kak kelanjutannya.....
semangat......

Anonim mengatakan...

annyeong haseyo ..
chingu lanjutin donk cerita.a :D
gomawo

Anonim mengatakan...

wah . . . habissssssssss

titin widia mengatakan...

moga lanjutanx cpt kluar yaaa..

Anonim mengatakan...

kpn tayang di indonesia filmny?
moga cepet slesai sinopsisny ga sbar mau liat critany.

Dee Liriani mengatakan...

Wuaaaaaaa... aku kok mlah berlinang air mata begini, soo hyun keren bgt...huaaaa.. msih dlm posisi nangis ini..

Sarah Narin mengatakan...

thanks for share eon..
eh, aktif.in mobile version dong eon.. biar mudah bacanya lewat hape :D

Posting Komentar