Pages

26/02/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 16


Wol sedang dibawa untuk bertemu dengan Bo Kyung. Wol teringat kalau ia pernah bertanya pada Seol siapa yang menjadi Putri Mahkota setelah ia meninggal. Seol memberitahunya kalau Bo Kyung yang menggantikannya tanpa ada pemilihan ulang. Wol terlihat curiga


Yang Myung masih berbicara dengan adiknya. Mereka saling menatap dengan pandangan marah. Ia berkata kalau ia sedang bersiap untuk menanggalkan status kebangsawanannya dan memilih bersama Wol, “Apa Yang Mulia berani meninggalkan posisi sebagai Raja? Seperti keinginanmu, aku akan meninggalkan gadis itu, tapi apakah Yang Mulia bisa melindunginya menggantikanku?”
Yang Myung bertanya jika Hwon tidak ingin kehilangan apapun, tapi juga tidak ingin melepaskan apa yang tidak bisa dimilikinya, apa yang bisa ia lindungi. Yang Myung terus mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan sulit yang tidak bisa dijawab Hwon. Yang Myung menyalahkannya karena membuat Wol menjadi penjahat, padahal ia tidak melakukan apapun. Ia sudah memberi Wol penderitaan dan tidak melakukan apapun. Hwon menyuruhnya berhenti. Yang Myung bertanya apa Hwon bisa merelakan Yeon Woo pergi, “Karena aku bisa, tapi apapun yang terjadi, Yang Mulia tidak bisa melakukannya.” Hwon memandang Yang Myung dengan pandangan sedih.


Bo Kyung terlihat ketakutan ketika menatap Wol, ia bertanya kenapa ia ada disini. Dengan tenang Wol menjawab kalau Bo Kyung yang memanggilnya. Bo Kyung tidak percaya dan berkata itu tidak mungkin, tidak mungkin kalau ia (Yeon Woo) ada disini.


Wol melihat Bo Kyung dan mulai sedikit menakutinya, “Heo…Yeon…Woo” Bo Kyung langsung gemetar.  Wol bertanya apa ia sangat mirip dengan Heo Yeon Woo. Banyak orang yang salah mengira, tapi ia adalah peramal Wol. Bo Kyung berkata bahwa itu benar dan menyuruhnya pergi.

Wol berkata kalau ia ingin mengatakan sesuatu. Bo Kyung berpura-pura tenang. Wol mulai bercerita kalau di istana Bulan Tersembunyi ia melihat roh Heo Yeon Woo. Bo Kyung mulai gelisah. Wol meneruskan kalau Roh Yeon Woo berkata jika ia bertemu dengan Bo Kyung, maka ia harus menyampaikan pesannya. Ia meminta Bo Kyung supaya tidak terperangkap dalam ketakutan dan berharap ia bahagia. Dengan gemetar, Bo Kyung berkata kalau itu tidak mungkin. Yeon Woo tidak mungkin mengatakan hal seperti itu. Ia pun memanggil dayangnya supaya mengantar Wol pergi.


Ketika Wol keluar, Bo Kyung langsung berteriak histeris. Wol meminta dayang itu untuk menenangkan Bo Kyung, ia akan keluar dari istana dengan diam-diam. Wol heran, kenapa Bo Kyung ketakutan padanya. Seharusnya ia senang melihat teman lamanya, “Kenapa?”
Bo Kyung terus berteriak histeris. Ia tidak percaya kalau Yeon Woo hidup lagi. Ia teringat kata-kata ayahnya ketika ia memutuskan untuk menjadi Putri Mahkota. Ia mencoba meyakinkan dirinya kalau Heo Yeon Woo sudah meninggal.


Wol terus berjalan sambil melamun. Ketika tiba di istana Bulan Tersembunyi, ia berhenti. Ia teringat kata-kata Hwon kalau latihannya akan dimulai dan Hwon percaya kalau Yeon Woo mampu melakukannya. Dengan airmata berlinang, ia mulai berjalan mendekatinya. Ia masuk ke kamarnya dahulu, kemudian membuka jendela, ia kaget ketika melihat Hwon ada dibawah. Wol kemudian menutup jendela dan teringat surat Hwon dulu padanya, “Apakah kau menangis karena merindukan keluargamu. Jika kau sudah selesai, bukalah jendela ini.” Wol membuka jendela itu dan tidak ada seorangpun diluar.
Ia pun berlari keluar, tapi tidak menemukan siapapun. Ia pun menjadi sedih karena berpikir kalau tadi hanya khayalannya. Tiba-tiba Hwon datang menghampirinya. Mereka saling menatap.


Dengan langkah gontai, Hwon menghampirinya dan bertanya kenapa ia ada disini, bukankah seharusnya ia ada di Hwalinseo. Wol menjawab kalau ia dipanggil ke istana. Ketika akan pulang, ia tersesat. Ia minta maaf pada Hwon, karena tempat ini adalah tempat kenangannya. Ia pun melangkah pergi.


Ketika Wol melewatinya, Hwon langsung memegang tangan Wol. Dengan menahan perasaan, ia bertanya, “Apa badanmu baik-baik saja? Apa tinggal disana sangat sulit?” Wol berkata kalau ia baik-baik saja. Hwon menawarkan, jika Wol mau, ia bisa mengirimnya kesuatu tempat dimana seorangpun tidak mengenalinya. Wol berkata kalau tidak seharusnya Hwon menggunakan kekuasaan untuk hal seperti ini karena akan membuatnya mendapatkan masalah baru. Dalam hati ia berkata, “Jika kau melakukan itu, maka aku tidak bisa bertemu denganmu lagi.”
Hwon bertanya apakah ia mau menjalani hukuman walaupun tidak bersalah. Wol menjawab bagaimana Raja bisa berkata kalau ia tidak berbuat kejahatan? Ia berpikir dalam hati, bagaimana ia bisa membayar kesalahannya karena tidak bisa mengenali Hwon saat mereka pertama kali bertemu.
Hwon menjadi sedikit cemburu dan bertanya apakah benar Wol telah menggoda anggota keluarga kerajaan. Wol hanya menyuruhnya menjadi kuat dan tidak membiarkan rasa ibanya menggoyang hatinya.
Hwon melepaskan tangannya dan menyuruh Wol pergi dan tidak menampakkan dirinya lagi dihadapannya. Ia langsung pergi tanpa menoleh sehingga ia tidak bisa melihat Wol memandangnya sambil berlinang airmata.


Wol kembali ke Hwalinseo dan melihat Nok Young menunggunya. Ia menatapnya dengan dingin. Nok Young memberi hornat dan Wol bertanya kenapa Nok Young ada disini. (bengawanseoul.com)Nok Young menjawab kalau Wol tidak pergi menemuinya, jadi ia yang pergi menemui Wol. Wol berkata kalau ia tidak punya alasan untuk menemuinya.
Ia menambahkan, sampai ia selesai memikirkan semuanya, ia baru akan menemuinya. Nok Young menghentikannya dan berkata  kalau Raja ingin bertemu dengannya, jadi ia harus berbicara dengan Wol dahulu.


Nok Young kemudian bercerita kalau ia melakukan hal itu karena terpaksa. Ibu Suri yang memerintahkannya, tapi ia juga tidak bisa mengabaikan permintaan temannya untuk menjaganya. Jadi ia membunuhnya kemudian menyelamatkannya. Apapun hukuman yang akan diberikan Wol, ia akan menerimanya.
Wol berkata kalau ada satu hal yang tidak dimengerti maupun dimaafkannya, “ Bagaimana kau bisa menipu ayahku?” Nok Young menjawab kalau ia mengatakan hal sebenarnya, maka ayahnya tidak akan mau  melakukan ini. Wol berkata kalau seharusnya Nok Young membunuhnya saja. Selama ini ayahnya menderita karena ia mengira telah membunuh putrinya, oleh karena itu akhirnya ia bunuh diri, tidak, ayahnya sudah meninggal ketika ia meminumkan obat itu padanya. Wol berteriak dengan marah, obat yang menyelamatkannya telah menjadi racun bagi ayahnya.


Nok Young hanya bisa menunduk. Wol menambahkan, bagaimana Nok Young bisa membayar airmata yang telah dikeluarkan oleh keluarganya dan Hwon. Kenapa ia menutup mulutnya selama 8 tahun.
Nok Young memberitahunya kalau kutukan yang menyelamatkannya membutuhkan pengorbanan. Seorang gadis dengan keinginan yang kuat untuk mencapai tujuannya sudah berdoa untuk kematiannya. Wol terpana mendengarnya. Ia kemudian bertanya apakah gadis itu Bo Kyung. Nok Young menggelengkan kepalanya. Ia kemudian teringat cerita Seol tentang Min Hwa yang menanyakan keadaannya. Nok Young memberitahunya kalau gadis itu adalah Min Hwa.


Di kamarnya, Min Hwa sedang menangis tersedu-sedu. Ia merasa sangat bersalah karena secara tidak langsung sudah membuat Menteri Heo bunuh diri. Ia kemudian teringat ketika ia pertama kali bertemu dengan Yeon Woo, ketika ia terpesona pada Yeom, ketika ia memohon pada neneknya supaya membujuk ayahnya supaya memperbolehkannya menikahi Yeom, ketika neneknya minta bantuannya dan yang terakhir ketika ia melihat mereka mengutuk Yeon Woo. Ia terus menangis dan gemetar.


Tiba-tiba Yeom memanggilnya dan bertanya apakah ia sudah tidur. Min Hwa langsung menghapus airmatanya. Yeom bertanya kenapa ia menangis. (bengawanseoul.com)Min Hwa berkata kalau ia mimpi buruk. Yeom memeluknya dan berkata Min Hwa sangat cantik kalau sedang tersenyum dan ternyata ia juga cantik ketika menangis. Min Hwa pun minta maaf, “Untuk semuanya.” Yeom berjanji akan menemaninya sampai ia tertidur.
Nok Young memberitahu Wol kalau Wol maupun Raja tahu kemudian mengungkapnya, mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa. Karena Min Hwa akan dicap sebagai penjahat serta Yeom yang menikahinya juga akan terkena akibatnya. Wol mulai menangis mendengar  hal itu. Ia jadi bingung, “Apa yang harus aku lakukan”.


Nok Young berkata kalau ia punya dua pilihan. Pertama ia mengungkap segalanya dan kembali ke sisi Raja sedangkan yang kedua, ia akan menutupi segalanya dan meneruskan hidupnya sebagai seorang peramal. Besok Nok Young akan bertemu dengan Raja, jadi ia akan mengikuti keputusan Wol. Wol bangkit dan pergi ke kamarnya. Nok Young mengikutinya dan melihatnya menangis tersedu-sedu.


Yang Myung sedang menghalang-halangi seorang menteri. Menteri Keuangan berkata kalau Yang Myung salah paham. Dengan tegas, Yang Myung berkata kalau ia tidak akan menyelidiki lebih lanjut asalkan obat dan barang-barang dikembalikan ke Hwalinseo, jika tidak, ia akan melaporkan korupsinya pada Raja. Mereka tidak tahu kalau Hwon ada dibelakang mereka dan mendengar semuanya.
Hwon bertanya apa yang dilakukan Yang Myung disini. Yang Myung menjawab kalau ia hanya ada sedikit keperluan dengan Menteri Keuangan. Dengan dingin Hwon berkata kalau tidak seharusnya Yang Myung  berbicara tentang masalah politik. Yang Myung menjawab kalau ia tidak berbicara tentang politik. Ia  mengingatkan Hwon tentang arti nama Hwalinseo, “tempat untuk menyelamatkan orang”, tapi sekarang  Hwalinseo lebih mirip dengan tempat membunuh orang. Dana untuk obat dan barang-barang kebutuhan telah dikorupsi oleh para menteri, sedangkan dokter dan perawat yang seharusnya bekerja di Hwalinseo dijadikan dokter pribadi oleh para bangsawan. Hwon heran kenapa tiba-tiba kakaknya peduli terhadap orang miskin.


Yang Myung hanya berkata kalau mereka juga warga negara Joseon. Ia takut kalau mereka kekurangan makanan dan pakaian hangat akan berpengaruh terhadap kekuatan Raja yang menjadi penguasa mereka. Hwon menyahut, apa ini artinya Yang Myung menganggapnya tidak mampu memerintah negaranya.Yang Myung minta maaf dan segera pergi.
Hwon membawa masalah ini di pertemuan Dewan Negara. (bengawanseoul.com)Ia menuduh para menterinya mengkorupsi dana yang digunakan untuk Hwalinseo. Salah satu menteri berkata biasanya Hwalinseo bergantung pada pajak yang dibayarkan oleh para peramal. Mereka tidak bisa mengambil dari dana umum. Cara yang terbaik adalah menaikkan pajak. Dengan marah, Hwon berkata kalau hal itu tidak rasional. Ia akan memotong gaji Menteri dan tunjangan para bangsawan. Jika dalam masa perbaikan ini masih ada yang korupsi maupun menerima suap, ia tidak segan-segan akan menghukumnya. Menteri Yoon terlihat tidak senang.
Di depan kamarnya, Hwon sudah ditunggu oleh Nok Young. Ibu Suri tahu kalau Nok Young dipanggil oleh Hwon. Ia merasa gelisah. Ia menyuruh dayangnya untuk membawa Nok Young bertemu dengannya setelah ia selesai bertemu dengan Raja.


Hwon bertanya kenapa  8 tahun yang lalu Nok Young meninggalkan Seongsucheong. Nok Young manjawab kalau saat itu ia harus beristirahat karena kekuatannya sangat lemah. Hwon bertanya kenapa itu bisa terjadi. Nok Young menjawab sebenarnya apa yang ingin ditanyakan Hwon.


Hwon bertanya apakah mungkin membunuh seseorang dengan menggunakan mantra. Nok Young menjawab kalau itu tidak mungkin. Yang bisa dilakukan dengan ilmu hitam adalah mengambil kehidupan seseorang, tapi orang yang melakukannya juga akan mati. Nok Young menambahkan kalau ia tidak punya keahlian untuk melakukan itu. Ia kemudian memberi petunjuk pada Hwon. Jika ia melakukan kutukan supaya seseorang meninggal, maka sekarang ia sudah jadi mayat. Karena ia masih hidup, maka tidak seorangpun yang meninggal karena kutukannya.


Nok Young keluar dengan lemas. Ia teringat kata-kata Wol supaya ia tidak memberitahu Raja, ia takut Hwon akan terluka lagi.
Ia kemudian dibawa untuk menemui Ibu Suri. Ibu Suri bertanya pada Nok Young kenapa Hwon memanggilnya. Nok Young berbohong kalau Raja iangin mengenalnya. Ibu Suri menuduhnya berbohong karena selama ini Hwon tidak pernah menaruh perhatian pada Seongsucheong. (bengawanseol.com)Nok Young pun berkata kalau ini karena Wol. Raja ingin ia menjaga agar para peramal di Seongsucheong menutup mulutnya dan tidak menyebarkan rumor tentang Wol.


Ibu Suri terlihat tidak percaya karena dulu Nok Young pernah mengancamnya. Nok Young beralasan kalau saat itu ia ingin menyelamatkan Wol, jadi ia tidak sabar dan berbuat kesalahan. Ia minta maaf pada Ibu Suri. Ibu Suri memerintahkan agar ia menjaga Wol agar tidak membuat masalah lagi. Nok Young pun mengiyakan. Dalam hati ia berkata, “Yang Mulia, semakin anda memisahkan keduanya, maka anda malah akan membantu keduanya. Sungguh ironis.”
Hwon sedang berjalan. Ia memikirkan semua fakta yang diketahuinya. Nok Young sangat disukai oleh neneknya. Ia mungkin disuruh untuk membunuh Yeon Woo. Ia kemudian teringat kata-kata Nok Young kemudian ia teringat laporan Kyu Tae kalau badan Yeon Woo masih hangat. Ia pun berhenti, “Mungkinkah Yeon Woo masih hidup?”


Di Hwalinseo, Wol sedang menyuruh seorang anak makan. Tapi anak itu tidak mau. Wol bertanya apa ia ingin mati? Anak itu berkata kalaupun ia hidup, ia tidak bisa membantu apapun. Ia seperti cacing yang hanya bisa menghabiskan makanan. Wol berkata kalau kemarin ayahnya begitu khawatir, ia pasti bahagia jika ia hidup.
Anak itu menyahut, kalau ia meninggal paling tidak ada satu mulut yang berkurang untuk diberi makan. Wol mengerti perasaannya. Waktu ia kecil ia pernah berpikir hal yang sama. Ia pikir keluarganya akan bisa hidup dengan bahagia jika ia mati. (bengawanseoul.com)Tapi tidak ada orangtua yang bahagia jika kehilangan anaknya. Ia menyuruh gadis itu untuk tidak berpikir tentang kematian lagi atau pikiran-pikiran pengecut lainnya. Gadis itupun menangis dan memeluk Wol.
Dibelakang mereka Yang Myung mendengar semuanya. Ia merasa sangat sedih. Dalam hati, “Jangan katakan kalau kau Heo Yeon Woo. Kau adalah peramal bernama Wol. Jangan katakan kalau kau punya hubungan dengan Raja.”
Wol berbalik dan melihat Yang Myung yang sedang menatapnya.


Yang Myung membawa banyak obat-obatan dan perlengkapan untuk Hwalinseo. Ia juga membawakan Wol sebuah buku tentang ilmu pengobatan. Wol ragu-ragu apakah ia pantas menerimanya. Yang Myung mengancam kalau ia akan membakar buku itu. Wol pun mulai merebutnya dan langsung sibuk membacanya. Yang Myung terlihat sedih karena ini kebiasaan Yeon Woo. Ketika Wol memandangnya, ia pura-pura ceria.


Ia juga membaju hanbok wanita dan berkata kalau Wol boleh memilikinya. Wol sangat senang, ia ingin memberikannya pada Janshil. Yang Myungbmelarangnya. Ia khusus membuatkan baju ini untuknya karena ia ingin membawanya ke suatu tempat. Ia ingin Wol menemaninya pergi ke rumah sahabatnya, Juga rumah guru yang pernah diceritakannya. Wol langsung terlihat sedih karena tempat itu adalah rumahnya. Yang Myung memastikan kalau Wol sudah ingat masa lalunya.


Hwon sedang berpikir, jika Yeon Woo masih hidup, kenapa ia tidak datang menemuinya? Ia teringat ketika bertemu Yeon Woo di hutan dimana ia berkata kalau ia sudah menunggunya. (bengawanseoul.com)Ia juga teringat ketika memberi nama Wol. Ia heran kenapa Wol berpura-pura tidak mengenalnya, tapi ia melihat kalau mata Wol tidak berbohong. Ia juga memastikan kalau Yeon Woo dikubur.
Kyu Tae pergi ke rumah Yeom untuk menanyakan tentang kematian Yeon Woo 8 tahun yang lalu. Yeom heran kenapa Hwon menyelidiki hal ini lagi. Kyu Tae berkata kalau hampir semua orang yang tahu tentang kematiannya sudah meninggal, oleh karena itu ia bertanya padanya. Yeom memberitahunya kalau ia sedang pergi ke rumah pamannya, jadi ia hanya menghadiri pemakamannya saja. Kyu Tae minta maaf karena telah membuatnya teringat hal yang sedih.


Seorang pembantu mengantarkan Kyu Tae keluar. Tiba-tiba Kyu Tae memeluk pembantu itu dari belakang dan memintanya untuk menjawab pertanyaannya.


Yeom sedang berjalan di halaman. Tiba-tiba ia mendengar suara yang mencurigakan. Ia mendekatinya, tapi ternyata hanya kucing. Ia mendesah dengan lega, kemudian pergi. Seol menampakkan dirinya. Dengan berlinang airmata ia berkata pada dirinya sendiri , “Tuan, ingatan Agassi sudah kembali. Bisakah kita hidup bersama seperti dulu lagi?”


Ibu Yeom sedang menyiapkan beberapa pakaian . Yeom datang dan bertanya apa yang sedang dilakukan ibunya. Ibu berkata kalau ia akan menyumbangkan baju dan makanan ke Hwalinseo. Yeom bertanya apa ibu melakukannya karena gadis yang mirip Yeon Woo itu. Ibu menjawab, kalaupun bukan karena Yeon Woo, gadis itu juga punya orangtua. Jika orangtuanya melihatnya dalam keadaan seperti itu, mereka pasti sangat sedih. Ia juga ingin memberi kata-kata hangat kepada gadis itu.
Melihat Yeom yang gelisah, ibu bertanya kenapa ia datang. Yeom memberitahu ibunya kalau Hwon menyelidiki kematian Yeon Woo secara rahasia.


Sementara itu, pelayan Yeom memberitahu Kyu Tae kalau makam Yeon Woo digali oleh seseorang. Ia tidak memberitahu majikannya tentang hal ini karena takut membuat mereka sedih. Tiba-tiba ia melihat Seol dan mengenalinya. (bengawanseoul.com)Kyu Tae juga teringat kalau ia pengawal Wol. Seol pun segera melarikan diri.


Kyu Tae melaporkan pada Hwon kalau makam Yeon Woo sudah digali. Dan anehnya setiap kali ia menyelidiki, ia selalu bertemu seorang gadis. Gadis itu dulunya pelayan Yeon Woo. Tapi ia tahu dengan jelas kalau sekarang ia menjadi pelayan seorang peramal bernama Wol. Mata Hwon membelalak. Ia langsung menyuruh Hyung Sun untuk memanggil Nok Young.


Hwon berjalan untuk menemui Nok Young. Ia berpikir, tentang ilmu hitam yang digunakan untuk membunuh Yeon Woo. Badan yang tetap hangat, pemakaman yang terburu-buru, makam yang digali, pelayan Wol yang selalu muncul ditempat penyelidikan. (bengawanseoul.com)Ia menyimpulkan kalau pembunuhan Yeon Woo dilakukan dengan menggunakan ilmu hitam dan yang melakukannya adalah Jang Nok Young. Sekarang ia hanya perlu memastikan satu hal.


Bo Kyung gemetar ketakutan di kamarnya. Ibunya datang dan ia bergelung di pojok kamar. Ibunya bertanya apa yang membuatnya gemetar seperti ini. Bo Kyung menjawab kalau Heo Yeon Woo masih hidup. Ibunya berkata kalau Yeon Woo sudah meninggal 8 tahun yang lalu. Bo Kyung berkeras kalau ia tidak salah. Ia sangat takut kalau Yeon Woo akan mengusirnya dan mengambil kembali kedudukannya. Ibunya berusaha menenangkannya. Posisi Ratu sejak awal adalah miliknya, ia tidak pernah merebutnya dari siapapun. Karena ia selama ini merasa kalau ia merebut posisi ini, maka ia berhalusinasi.


Dengan histeris, Bo Kyung berteriak kalau ia tidak berhalusinasi. Ia tahu semuanya. Agar ia menjadi Putri Mahkota, ayahnya sudah membunuh Heo Yeon Woo. Ibu tidak terlihat kaget. Kelihatannya dari awal ia sudah tahu semua ini. Ia menyuruh Bo Kyung untuk menutup mulutnya rapat-rapat dan mempercayai ayahnya. 


Ketika Menteri Yoon masuk, Bo Kyung langsung berteriak histeris dan menyuruhnya pergi.
Menteri Yoon berusaha mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu Wol, karena wajahnya terlihat sangat familiar. Ia tiba-tiba teringat saat Yeon Woo memperkenalkan diri pada Raja terdahulu. Ia pun tersadar kalau Yeon Woo masih hidup. Ia bertanya-tanya apakah semua ini adalah perbuatan Nok Young.


Hwon menyuruh Nok Young untuk menjawab pertanyaannya dengan jujur tanpa ada permainan kata-kata. Ia bertanya apakah Wol anak angkatnya. Nok Young membenarkan. Hwon bertanya sejak kapan Wol menjadi putri angkatnya. Nok Young menjawab  kalau Wol menjadi putri angkatnya sejak 8 tahun yang lalu.
Hwon, “Apakah untuk menjadi seorang peramal, mereka harus melupakan masa lalunya?”
Nok Young: “Biasanya, mereka akan melupakan masalalunya dengan sendirinya. Tapi ada kasus dimana seseorang kehilangan ingatan karena shock karena mereka hampir meninggal.”
Hwon: “Misalnya, kesakitan karena dikubur hidup-hidup? Apakah mereka bisa mengingat kembali masa lalunya”


Nok Young mulai gelisah. Hwon bertanya lagi, apa peramal itu adalah Wol. Nok Young terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.
Hwon: “Apakah Heo Yeon Woo yang meninggal delapan tahun yang lalu adalah peramal Wol?”
Nok Young menutup matanya dan mengangguk. Airmata mulai membasahi wajah Hwon.


Hwon berjalan keluar dengan terhuyung-huyung. Hanya ada Hyung Sun dan Woon yang mengikutinya. Ia mulai menangis ketika mengingat kata-kata kasar dan penderitaan yang sudah dialami Wol.


Ia terjatuh ke tanah ketika teringat kalau ia pernah menyuruh Wol untuk tidak muncul dihadapannya lagi. Dengan penuh penderitaan, ia memukul dadanya dan berteriak, “Yeon Woo ya……..”










Credits: www.dramabeans.com



8 comments:

Laylawliet mengatakan...

tinggal 2 minggu lagi ini end,,,,sedih,,

Uniie,bikin sinopsis dream hig 2 dong,,hehehe,,

Anonim mengatakan...

huaaaaa.. penasaran.. lanjutin trz yak..

keren ne cerita nya..
sedih banget.. huhu..

berharap happy ending.. 4 episode lg eonnie..
hwaiting!! ^^

Anonim mengatakan...

kak kapan sinopsis episode 17, 18, 19 n 20 ada?

amor mengatakan...

aku tunggu episode selanjutnya,,

Anonim mengatakan...

padahal ax uddach lhat sinop. ini brkali-kali,, tp tetep ajja mnurutQ bgus....

Anonim mengatakan...

huaaaaaaa....sedihnya?

Anonim mengatakan...

huaaaaa...sedihnya?

Anonim mengatakan...

hikssss....hikssss...film ini takkan terlupakan :(

Posting Komentar