Pages

03/02/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 9



Hwon membanting Wol ke tempat tidur dan bertanya padanya, “Siapa kamu? Siapa sebenarnya dirimu? Beritahu aku identitasmu!” Ia pun menyuruh dayang istana untuk membawa lilin lebih banyak ke dalam kamarnya. Hyung Sun datang dan mendesah, sedangkan para dayang segera membawakan lilin.


Hwon dan Wol duduk berhadapan. Hwon memegang pergelangan tangan Wol dengan erat. Ia mengenali Wol sebagai gadis yang dulu bertemu dengannya di hutan. Ia pun bertanya, “Apa yang kau lakukan disini?”


Seol tidak bisa tidur. Ia merasa gelisah. Ia pun bertanya pada Janshil apakah Wol baik-baik saja? Apa ada yang tidak beres? Janshil hanya berkata kalau kegelapan mulai datang. Seol ingin tahu apa maksud perkataannya. Janshil langsung mendorongnya dan berkata, “Karena unni menghalangi sinar lilin!” He…

Hwon dengan marah bertanya apa pertemuan mereka dulu itu direncanakannya dan ia bekerja untuk siapa. Hwon curiga kalau Wol mata-mata Menteri Yoon. Ia menambahkan apa ia datang untuk menggodanya, apa untuk membunuhnya. Wol hanya menjawab kalau ia datang kesini untuk menyembuhkannya. Ia adalah jimat hidup.


Profesor dari Departemen Physiognomi pun datang. Ia memberitahu Hwon kalau Wol adalah jimat hidup, bukan seorang mata-mata. Hwon, “Jika ia bukan manusia, kenapa ia berani menyentuhku? Siapa yang berani menjamin ia tidak mencekik leherku!” Wol langsung minta maaf karena ia berani menyentuh tubuhnya.


Ia memberitahu Hwon kalau ia tidak bisa memerintah negara ini dengan badan yang lemah. Yang ia inginkan hanyalah untuk menyembuhkannya ketika ia tidur serta mengurangi rasa sakitnya.  Hwon bertanya, apakah dengan menyentuh badannya, ia bisa membaca hatinya dan tahu rasa sakitnya. Wol menjawab ketika ia tidur, ia menyebut nama seseorang, ia tahu kalau itu sumber rasa sakitnya, oleh karena itu ia ingin menolongnya.


Hwon berkata dalam hati dan meyakinkan dirinya kalau Wol bukanlah Yeon Woo. Ia pun berteriak, “Usir wanita ini dari istana sekarang juga!”
Dayang dan profesor segera menyeret Wol yang berteriak-teriak memanggil Hwon.
Profesor itu membawa Wol keluar dan memarahinya karena berani menyentuh tubuh Raja. Seharusnya ia hanya duduk dan diam disampingnya. Nok Young berusaha membantu Wol dan berkata kalau Wol milik Seongsucheong, jadi ia akan dihukum sesuai peraturan Seongsucheong. Tapi profesor itu membentak Nok Young kalau ia tidak bisa ikut campur dan melanggar perintahnya. Ia memerintahkan agar Wol dikunci dalam sebuah ruangan dan melarang Nok Young memberinya air sampai ia memberi ijin.


Wol sangat takut berada di ruangan kecil dan terkunci. Mungkin trauma karena pernah terkunci dalam peti mati. Ia pun mulai panik dan menggedor-gedor pintu dan berteriak-teriak meminta supaya mereka membuka pintu. Akhirnya, ia menangis dan memanggil-manggil nama Nok Young.
Hwon berada dikamarnya yang kosong. Ia pun teringat ketika Wol diseret dan berteriak memanggil namanya. Disaat yang sama, Wol teringat ketika Hwon berkata kalau ia hanya jimat hidup, dan berani menyentuhnya.
Yang Myung sedang berjalan di kota. Ia teringat ketika ia bertemu Wol, ketika ia berusaha menyelamatkannya dan seseorang memukulnya.


Ia kemudian pergi ke istana dan bertemu dengan Profesor yang membawa Wol. Ia berpura-pura ramah padanya, kemudian menunjukkan lukanya sambil berkata kalau luka itu sangat sakit. Ia bercerita kalau dulu ia pernah menolong seorang gadis peramal, tiba-tiba ada sekelompok orang yang menyerangnya sehingga ia terluka. Ia mendengar salah satu orang itu menyebut kata profesor telah menangkap peramal itu. Ia mempermainkannya dulu dan akhirnya bertanya dimana Wol berada. Profesor itu menjawab kalau ia tidak tahu dan menambahkan kalau ia hanya melakukan pekerjaannya. Karena gadis itu sudah menggoda seseorang, maka ia menangkapnya. Yang Myung terus mendesaknya dan profesor itu berbohong kalau ia sudah mengirim Wol ketempat yang jauh.


Yang Myung berjalan dengan lemas dan tidak tahu mencari Wol kemana lagi. Yang Myung bertemu dengan Ibu Suri dan Ratu Han. Yang Myung bertanya kenapa mereka terburu-buru, apa terjadi sesuatu pada Raja, Ibu Suri menjawab dengan kasar, kenapa ia bertanya seperti itu? Apa ia berharap sesuatu yang buruk terjadi pada Raja. Ratu Han berusaha menenangkan ibu Suri kalau Yang Myung datang karena ia khawatir dengan keadaan Hwon. Ibu Suri berkata dengan terus terang kalau ia mendengar Yang Myung sudah menemui orang-orang yang punya banyak kekuatan, ia menambahkan, “Kau harus ingat, tidak akan ada yang terjadi selama aku masih hidup.”
Yang Myung hanya merespon kalau Ibu Suri sudah tidak sepintar dulu lagi. Lalat-lalat itu (orang yang datang ke rumahnya) datang bukan karena mencium bau yang busuk, tapi karena Raja belum punya ahli waris. Ibu Suri harus hidup selama 100 tahun, tapi ia tetap akan hidup lebih lama darinya. Oleh karena itu ia akan selalu mendoakannya selalu  sehat. Ia akan terus datang untuk menyemangatinya. Ibu Suri pasti selalu hidup dengan cemas. Ia pun tersenyum dan pamit. Ketika berbalik, senyumnya langsung menghilang dan wajahnya terlihat marah.


Ibu Suri dan Ratu Han menemui Hwon. Mereka membicarakan kesehatannya. Ibu Suri menyuruh Hwon untuk menjadi kuat, supaya pendukung Yang Myung tidak semakin banyak. Sekarang Yang Myung sudah jadi ancaman baginya, jadi ia harus sehat dan membuat ahli waris. Ibu Suri menyuruhnya untuk menjaga jarak dengan Yang Myung, itu adalah satu-satunya cara agar ikedudukannya tetap kuat.


Yang Myung pergi menemui ibunya yang sekarang menjadi biksu di sebuah kuil. Ketika ia datang Selir Park sedang berdoa. Yang Myung bertanya, apa yang ibunya doakan. Selir Park menjawab kalau ia selalu mendoakan Raja dan ia berharap kalau putranya akan mendapatkan istri yang cantik.
Yang Myung memuji, walaupun tanpa hiasan, rambut ibunya tetap terlihat cantik. Ibunya mengelus rambutnya dengan malu, kemudian mengaku kalau ia belum sanggup kalau harus mencukur rambutnya, tapi sebentar lagi ia pasti akan melakukannya.
Yang Myung melarangnya dan berkata siapa tahu sesuatu terjadi pada Hwon dan Ibu harus kembali ke istana untuk menjadi Ibu Suri. Ibunya langsung memandang Yang Myung dengan khawatir. Ia pun berkata, “Sebuah pohon ingin tetap diam, tapi angin selalu membuatnya bergoyang dan akhirnya menumbangkannya.”Ia menyuruh Yang Myung untuk tetap bertahan. Itu satu-satunya cara agar ia tetap selamat.


Yang Myung bertanya apa ibunya percaya pada reinkarnasi.  Hatinya terasa kosong. Ia tidak peduli tentang uang maupun kekuasaan. Hanya satu orang yang diinginkannya….
Yang Myung: “Jika hal itu memang ada, ada satu orang yang ingin kutemui lagi. Ia melanjutkan dengan mata berlinang, “Bahwa ia tidak mengenaliku….Bahwa ia akan memilih orang lain selain diriku lagi…..Bahwa aku mungkin sudah bertemu dengannya dan akan kehilang dirinya lagi….Hanya itulah yang kukhawatirkan.”
Yang Myung kemudian pergi ke tempat dimana ia berpisah dengan Wol dan bertanya-tanya apa ia bisa menemukannya lagi.


Hwon sedang berbicara dengan Woon dan bertanya apa Yang Myung melakukan hal itu. Ia tahu kalau Woon sangat mengenal kakaknya. Woon bertanya apa Hwon mencurigai Yang Myung. (bengawanseoul.com)Hwon berkata kalau orang-orang itu akan terus berusaha membuat Yang Myung ragu-ragu. Ia takut kalau sebelum kakaknya mengikuti keinginan mereka, ia akan dibunuh. Bukankah ini lucu? Karena tahta ini, ia harus menganggap kakaknya sendiri musuh. Khususnya hari ini, ia merasa menjadi Raja sangat melelahkan.
Hwon teringat janji Wol untuk mengurangi rasa sakitnya dan menyuruh Woon untuk menyelidiki latar belakang Wol.Ia juga menyuruh Woon menyelidiki gerakan Menteri Yoon.
Wol tertidur dan mulai bermimpi ada seseorang yang memanggilnya, “Yeon Woo ya. Yeon Woo ya.” Ternyata yang memanggilnya adalah ibunya.


Ibu Yeom sedang tidur dan bermimpi tentang Yeon Woo. Ia memanggil-manggil nama Yeon Woo. Ibu terbangun dan melihat Yeon Woo ada disampingnya. Ibu langsung memeluknya dan bertanya, “Yeon Woo ah, kau masih hidup? Sayangku, hari ini sangat dingin, kenapa kau memakai baju setipis ini? Apa kau baik-baik saja? Apa kau merasa sakit? Apa kau ketakutan? Tolong beritahu aku.” Yeon Woo hanya tersenyum dan berkata supaya Ibu menjaga kesehatannya.
Wol yang tertidur, mulai memanggil-manggil ibunya.


Di tempat lain, Seol mulai merengek pada Nok Young. Ia bertanya apa Nok Young akan diam saja dan tidak berbuat apa-apa. Wol akan kesulitan bernapas jika berada ditempat sempit dan tertutup. Nok Young menyuruhnya diam, ia sedang berpikir untuk mencari cara supaya bisa menyelamatkan Wol.
Seol mengusulkan agar mereka memberitahu Hwon kalau Wol adalah Yeon Woo. Nok Young memperingatkannya untuk tidak memberitahu Hwon.


Yeom berjalan ke rumah lamanya, ia sedang memikirkan Yeon Woo. Ia memikirkan kenangan dengan adik yang sangat disayanginya. Tiba-tiba ia mendengar suara tangisan. Ternyata ibunya sedang  menangis sambil memeluk barang-barang Yeon Woo di kamar Yeon Woo. Yeom bertanya apa ada yang salah, Ibu menjelaskan kalau tadi Yeon Woo datang menemuinya, “Kelihatannya ia ingin mengatakan sesuatu padaku dan ia khawatir kalau aku terluka. Jadi ia hanya menangis.  Anakku yang malang.”
Min Hwa menyulam lagi dan tertusuk jarum ia merasa kalau ini pertanda buruk. Dayangnya menyuruhnya beristirahat dan mengerjakannya ketika siang. Min Hwa berkata kalau ia akan bertanya pada ibu mertuanya. Saat keluar, ia bertemu Yeom dan Ibu. Yeom menyuruhnya untuk membawa ibu kekamar dan ia akan mengunci rumah lamanya. Min Hwa terlihat tidak nyaman.


Bo Kyung juga bermimpi buruk. Ia memimpikan tentang Yeon Woo dan dirinya ketika pemilihan Putri Mahkota. Ia pun terbangun dan bertanya kenapa Yeon Woo ada dalam mimpinya.
Hwon sedang terbaring di tempat tidurnya. Ia memikirkan perkataan Wol, “ Nama yang  anda sebut ketika anda tertidur itu kelihatannya adalah sumber rasa sakit itu. Aku ingin membantumu untuk menguranginya.”


Paginya, Hwon berjalan di istana, tapi kali ini ia terlihat kejam. Para dayang istana membicarakannya, ia sangat tampan kalau tersenyum, kenapa ia kembali kejam. Mereka melihat Bo Kyung dan meminta maaf. Salah seorang dayangnya memarahi mereka, tapi Bo Kyung  memaafkan mereka.


Bo Kyung bertemu dengan Ratu Han, ia berkata kalau ia senang mendengar kesehatan Raja meningkat. Ia kemudian berkata kalau ia mendengar rumor yang menyebutkan kalau hubungan mereka tidak harmonis sehingga ia menyebabkan penyakit Raja juga ada wanita disamping Hwon. Dengan penuh airmata ia berkata kalau rumor itu  tidak boleh menyebar keluar dari istana. Ia ingin menemui Hwon kapanpun ia mau.
Ratu Han menjelaskan kalau kesehatan Hwon bisa memburuk, jadi ia memerlukan jimat itu berada disampingnya. Ia menyuruh Bo Kyung supaya tidak khawatir, karena wanita itu hanyalah sebuah jimat. Ia harus bersabar dan menunggu sebentar lagi, sampai waktunya mereka menyempurnakan pernikahan mereka.


Raja bertemu dengan menterinya lagi. Ia berkata kalau daerah utara sangat dingin dan mereka perlu meninjaunya, jika tidak rakyat disana bisa mati. Ia menanyakan seseorang yang bernama Pi… apa ia sudah pulang dengan selamat. Hwon membicarakan masalah pemerintahan dan terus menyebut kata pi. Para menterinya kaget dan menduga yang dimaksud adalah Pi Han Dol, pekerja konstruksi yang dibebaskannya pada episode 8. Hwon kemudian bertanya tentang perombakan istana Ibu Suri. (bengawanseoul.com) Menteri Yoon memintanya untuk meninjaunya, tapi Hwon berkata kalau sekarang sudah terlambat.
Para menteri mengadakan pertemuan internal. Mereka  tidak mengira kalau Hwon berkembang dengan pesat dan sekarang, ia ingin bermain dengan mereka. Salah seorang menteri heran kenapa ia tidak bertindak jika ia tahu yang sebenarnya. Menteri yang lain berkata kalau ia menunggu kesempatan. Menteri Yoon berkata kalau Hwon menunggu kesempatan yang bagus untuk menyingkirkan mereka mulai dari akarnya.

Bo Kyung bertemu dengan ayahnya. Ia memberitahu ayahnya kalau Nok Young sudah kembali ke Seongsucheong. Ia juga meminta ayahnya untuk menyingkirkan jimat itu dari samping Hwon. Ia mempunyai firasat buruk tentang hal ini. Ayahnya bertanya apa ia cemburu.


Menteri Yoon bertemu dengan Ibu Suri. Ia bertanya apa Ibu Suri memanggil Nok Young lagi. Ibu Suri menjelaskan kalau segalanya menjadi lebih baik ketika Nok Young ada disini. Menteri Yoon merasa khawatir karena Nok Young terlibat dengan peristiwa 8 tahun yang lalu. Ibu Suri hanya menjawab kalau peristiwa itu sudah sangat lama, lagipula ia membutuhkannya, tidak ada peramal yang lebih hebat darinya.
Menteri Yoon berusaha meyakinkan Ibu Suri kalau Nok Young orang yang berbahaya. Ibu Suri hanya berkata, semakin berbahaya Nok Young, ia semakin menginginkannya. Apa yang ia khawatirkan, orang mati tidak akan berbicara lagi.
Wol terbangun, ternyata hari sudah pagi. Para penjaga membuka kunci dan menyeretnya keluar. Ia akan ditandai sebagai kriminal karena telah melanggar hukum Departemen Physiognomi. Mereka pun mengikatnya. Nok Young melihatnya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Hwon sedang memanah dan Woon melaporkan kalau Wol bukan seorang mata-mata. Hwon heran kenapa sekarang Woon membelanya, “Aku yakin ia tidak berbahaya, akulah yang berbahaya.”


Wol di ikat di kursi, sedangkan seorang penjaga membakar besi yang akan digunakan untuk menandainya. Nok Young bingung, jika ia  mengatakan yang sebenarnya, Wol akan hidup, tapi ia akan segera meninggal, jika ia tidak mengatakan yang sebenarnya, Wol tidak akan bisa hidup normal lagi.  Wol akan di cap dahinya, Janshil dan Seol menangis, tiba-tiba Hyung Sun datang sambil membawa perintah Raja. Wol harus menyelesaikan pekerjaannya sebagai jimat manusia.


Hwon berkata kalau ia sudah terpesona pada Wol. Ia ingin melupakannya tapi tidak bisa. Hwon memanah dan semua anak panahnya meleset.


Wol sedang duduk di kamarnya, obatnya tidak disentuhnya.  Ketika Nok Young datang, ia meminta ijin untuk keluar. Ada sesuatu yang ingin dilakukannya. Ia tahu kalau ia tidak boleh keluar. Sekarang ia sudah tahu siapa dirinya, ia hanya seorang peramal rendahan. Semua rasa malu dan cercaan serta salah paham  yang diterimanya  karena ia seorang peramal, ia ingin mengubahnya. Ia memohon pada Nok Young. Ini permintaan pertama dan terakhirnya.
Min Hwa dan Ibu Yeom sedang berbelanja di pasar. Min Hwa berkata kalau kertas Yeom hampir habis, jadi sebaiknya mereka pergi membeli kertas juga.


Wol sedang berada di toko kertas . Itu toko kertas yang sama seperti yang didatanginya ketika ia akan menulis surat untuk Hwon. Ia memberitahu pemilik toko kalau ia tidak membuat surat cinta, tapi permohonan maaf. Tiba-tiba terdengar suaranya saat muda, ketika ia menulis surat permohonan maaf. Ia juga teringat ketika Yang Myung menolongnya.


Ia kemudian teringat janjinya pada Yang Myung. Ia pun pergi untuk mencari Yang Myung. Wol mendesah,  Sudah berlalu beberapa hari sejak ia berjanji pada Yang Myung. Ia ingin berterimakasih, tapi kelihatannya ia tidak bisa. Yang Myung muncul dibelakangnya. Wol kaget, sekaligus senang.  


Mereka kembali ke toko kertas. Ia minta maaf karena membuatnya menunggu dan berterimakasih karena Yang Myung sudah menyelamatkannya. Yang Myung menjawab kalau ia tidak perlu berterimakasih karena ia tidak berhasil menyelamatkannya.


Wol bertanya kenapa hari ini, Yang Myung tidak memakai jubah biksunya, Yang Myung akhirnya mengaku kalau ia bukan seorang biksu. Yang Myung melihat luka gores di pipi Wol, ia pun memberitahunya, ia pasti sangat menderita, jika ia ingin melarikan diri, ia akan membantunya. Wol berterimakasih dan berkata kalau sekarang ia sudah aman, Yang Myung tidak perlu mengkhawatirkannya. Kilasan ingatannya muncul lagi, ketika Yang Myung remaja mengajaknya untuk melarikan diri.


Wol kemudian bertanya apa Yang Myung  adalah kakak Raja. Yang Myung kaget dan bertanya darimana Wol tahu. Wol berkata kalau ia melihat kilasan masa lalunya, ini adalah kemampuan meramalnya. Yang Myung kecewa, karena ternyata itu kemampuan Wol, bukan karena ia mengingatnya. Wol minta ijin untuk mengatakan sesuatu sebagai ucapan terimakasih.
Wol: “Lupakanlah dia yang kau kubur dalam hatimu. Buatlah ruang kosong dihatimu untuk wanita lain. Berhentilah menyembunyikan perasaanmu dengan senyuman.  Membohongi diri sendiri dan hidup seperti ini adalah hal yang sangat menyakitkan.”
Yang Myung merasa tersentuh. Ia kemudian menanyakan nama Wol. Awalnya Wol berkata kalau ia tidak punya nama, tapi ia kemudian berkata kalau namanya Wol. Wol berkata kalau ia harus pergi dan berterimakasih sekali lagi.


Wol pun pergi keluar dan secara tidak sengaja menabrak ibunya. Karena wajah Wol ditutupi, ibunya tidak mengenalinya. Wol meminta maaf dan segera pergi. Min Hwa berkata kalau Wol sangat kasar.


Mereka kemudian melihat Yang Myung keluar. Mereka heran kenapa Yang Myung ada disini. Yang Myung sudah menghilang dari rumah keluarga Yeom yang membuat mereka khawatir. Yang Myung terlihat tergesa-gesa dan berkata kalau ia akan datang nanti. Min Hwa dengan nakal bertanya apa Yang Myung sedang menyukai seseorang dan menunjukkan arah Wol pergi. (bengawanseoul.com)Sayangnya ia terlambat karena Wol sudah pergi jauh.


Ibu Yeom berkata, jika Yeon Woo masih hidup, maka ia akan seumur dengan gadis itu. Senyum Min Hwa langsung menghilang. Ia menjadi gelisah.
Wol menulis surat permintaan maafnya diatas sebuah kertas kuning.
Wol dikirim ke tempat Hwon lagi, sedangkan Bo Kyung terlihat khawatir tentang masalah jimat itu. Bo Kyung memutuskan akan pergi ke istana Hwon. Dayangnya mencoba menghalang-halanginya, tapi Bo Kyung berkeras.


Ketika Wol masuk, Hwon belum tertidur, ia berdiri di dalam kamarnya. Hwon bertanya apa Wol kaget karena ia tidak meminum teh itu. Ia meminta Wol untuk memenuhi janjinya mengurangi rasa sakit yang dideritanya.
Wol berkata kalau ia akan melakukan yang terbaik. Menjaganya tetap sehat adalah tugasnya.


Bo Kyung tiba di istana Hwon dan meminta Hyung Sun untuk membukakan pintu. Awalnya Hyung Sun menolak, tapi Bo Kyung memerintahnya untuk membuka pintu. Hyung Sun pun tidak punya pilihan. Ketika ia sampai di pintu kedua dan siap membukanya, ia mendengar suara Hwon yang menyuruh Wol mengangkat wajahnya. Bo Kyung membuka pintu dan melihat Hwon dan Wol saling menatap.







Credits: www.dramabeans.com


2 comments:

yanie mengatakan...

keren euy.. terupdate.. sukses selalu,, ditunggu lanjutan'y..

Anonim mengatakan...

seru ceritanya di tunggu up datenya yah

Posting Komentar