Pages

05/03/12

CAN'T LOSE EPISODE 18 (FINAL)


Eun Jae mendengarkan suara perekam suara Hyung Woo, dimana ia merekam semuanya dari awal pernikahan sampai sekarang. Hyung Woo mengaku kalau ia tidak ada artinya tanpa Eun Jae dan memintanya untuk menikah kembali dengannya. Eun Jae pun berlari mencari Hyung Woo.
Dengan senyum lebar ia menghentikan Hyung Woo dan berkata iya. Ia memeluk dan menciuminya. Hyung Woo menyuruhnya memikirkannya kembali


Hyung Woo: “Ini akan sangat sulit.”
Eun Jae: “Aku juga berpikir begitu.”
Hyung Woo: “Tapi, aku tidak akan membiarkanmu pergi kali ini.”
Eun Jae: “Aku akan berbicara jujur tentang apapun.”
Hyung Woo: “Aku tidak akan memaksakan segalanya.”
Eun Jae: “Mari melihat satu sama lain sebagai diri masing-masing.”
Hyung Woo: “ Aku akan selalu jadi yang pertama…..yang memberimu penghiburan yang terhangat didunia.”
Eun Jae: “Ingatlah, apapun yang terjadi, aku akan selalu disisimu.”
Mereka berjalan bergandengan tangan.


Mereka masuk ke dalam rumah dan memberitahu Ibu juga Tae Young kalau mereka rujuk kembali. Ibu sangat senang mendengarnya, sedangkan Tae Young bertanya dengan khawatir, apakah mereka berdua sudah memikirkannya matang-matang?
Hyung Woo berkeras kalau mereka sudah memikirkannya, jadi Tae Young setuju untuk memberi mereka restunya selama itu artinya ia tidak akan mendengarkan masalah Eun Jae lagi.
Eun Jae memarahinya karena memanggilnya dengan nama saja seperti yang biasa Tae Young lakukan. Ibu berpikir kalau ini kesalahannya karena telah memberi contoh yang buruk. Ia memanggil suaminya, “hey kau” sepanjang waktu. Ibu melatih mereka bagaimana menggunakan kata yeobo dan jagi. Eun Jae hanya meringis.



Hyung Woo mencobanya dan memanggil Eun Jae yeobo, Eun Jae terlihat sangat malu, tapi menjawab juga. Hyung Woo kemudian mengikuti Eun Jae ke kamar tidur, mengabaikan protesnya kalau Hyung Woo bisa menunggu satu hari lagi. Hyung Woo merengek dan mulai memeluknya, tepat saat Tae Young masuk dan membuat mereka canggung.
Hyung Woo senang ketika Tae Young berkata kalau ia dan ibu akan pergi. Hyung Woo mengikuti mereka untuk mengucapkan selamat tinggal dan menyuruh Eun Jae supaya tidak tertidur duluan. Ia berhenti kemudian menambahkan, “Yeobo…Aku berharap kalau kau akan mengenakan sesuatu yang lembut dan tipis.”
Eun Jae menendangnya keluar karena malu, tapi ketika ia sendirian, ia menyibakkan rambutnya dan bertanya-tanya apa ini saatnya memakai lingerie dan menjadi dewi?
Hyung Woo mampir ke rumah Woo Shik untuk mengambil barang-barangnya dan memberitahu Woo Shik serta Prof Jo kalau ia rujuk dengan Eun Jae. Prof Jo heran kenapa Hyung Woo begitu terburu-buru dan Woo Shik langsung memberinya isyarat sampai ia mengerti.


Hyung Woo bergegas pulang ke rumah dan menemukan Eun Jae baru selesai mandi. Eun Jae bertanya apa ia mampir untuk membeli kondom, tapi ternyata Hyung Woo lupa. Ia tidak berpikir kalau itu masalah. Ia memutuskan kalau jubah mandi lebih baik daripada lingerie, tapi Eun Jae berkata kalau ia sudah menyiapkan lingerie , jadi sebaiknya Hyung Woo mandi kemudian pergi kekamar.


Tapi ketika Hyung Woo masuk ke dalam kamar, Eun Jae sudah tertidur dan ia memakai sweater. Hyung Woo mendesah dan membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. (bengawanseoul.com)Ketika Eun Jae berbalik untuk merapat ke dalam pelukannya, Hyung Woo langsung tersenyum lebar.
Ketika ia bangun, Hyung Woo melihat Eun Jae sedang memasak. Ketika ia melihat masakannya, ia langsung tidak berselera.


Hyung Woo berusaha menyalakan mood  lagi pada pagi harinya, tapi Eun Jae berkata kalau ia tidak bisa hamil ketika Hope belum stabil. Hyung Woo mulai protes dan berhenti untuk bertanya-tanya apakah semalam Eun Jae tertidur dengan sengaja.
Eun Jae berusaha membantah, tapi Hyung Woo bisa membaca di wajahnya, jadi Eun Jae melakukan apa yang ia bisa, “Oppaaaaa….”
Hyung Woo: “Jika kau melakukan itu, aku tidak bisa marah padamu!”
Mereka pergi bekerja dan memberitahu staff Hope kalau mereka bersama lagi, tapi perhatian Go Ki terpusat pada masalahnya sendiri sehingga ia tidak mengucapkan selamat. (bengawanseoul.com)Ia memberitahu mereka kalau ia akan berhenti bekerja. Ia harus tinggal dirumah dan menjaga putrinya.
Hyung Woo berkeras kalau mereka akan menaikkan gajinya yang membuatnya dipelototi Eun Jae. 


Eun Jae dan Hyung Woo pergi ke atap dan kembali bertengkar. Eun Jae berpendapat kalau hari pertama mereka dimulai dengan hal yang familiar baginya. Hyung Woo sudah kembali ke kebiasaan lamanya dengan memutuskan sesuatu tanpa berbicara dulu padanya.
Mereka bertengkar dan mengingatkan kalau seharusnya menerima satu sama lain apa adanya, bukan memaksakan masalah. Eun Jae: “Apakah kau akan menawarkan hiburan yang hangat sekarang? Karena kupikir aku bertemu suami yang salah.”


Pada saat yang sama, Go Ki dan Young Jo membicarakan masalah yang sama. Go Ki berkeras kalau mereka akan menghemat uang jika ia berhenti dan tinggal dirumah, sedangkan Young Joo tidak ingin suaminya menjadi bapak rumah tangga. Tapi Go Ki sudah membuat keputusan dan ia tidak mau mundur lagi.
Hyung Woo mencoba mengajak Eun Jae untuk membicarakan masalah Go Ki lagi, tapi Eun Jae menghindar dengan cara mengajak semua staff untuk minum-minum. Mereka pergi ke bar Tae Young. Eun Jae memperkenalkannya sebagai adiknya.


Deuk Hee segera terpesona dengan wajah dan suara Tae Young dan memberitahunya hal itu. Ia mengaku kalau ia punya cinta sepihak pada Soju. Karena ia sudah ditolak Soju, maka ia berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan mengemukakan segala hal secara langsung.
Eun Jae mengeluh tentang masalah suaminya dan bertanya pada staffnya apa ia sudah berbuat saklah. Woo Shik berkata kalau ia mengerti maksud baik Hyung Woo. (bengawanseoul.com)Tae Young mengingatkan hal manis memuakkan yang ia lihat kemarin, “Apa kau tidak malu?” Eun Jae mengkoreksinya , ia tidak mengeluh karena menikahi Hyung Woo lagi, tapi ia tidak berpikir kalau mereka akan bertengkar secepat ini.


Ia pulang ke rumah dan melihat Hyung Woo sedang bermeditasi di ruang keluarga. Hyung Woo berkata, “Apa kau tahu betapa aku mencintaimu? Jadi penuhi permintaanku!” Eun Jae: “ Aku benar-benar mencintaimu juga! Tapi aku tidak berpikir ini adalah hal yang benar!”
Hyung Woo: “Bagaimana mungkin kau mencintaiku sama dengan aku mencintaimu?” Eun Jae: “Cintaku lebih dalam dan lebih luas. Tapi aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu!” Eun Jae berhenti dan bertanya-tanya apakah ini bodoh.


Ketika mereka pergi tidur, mereka masih marah dan menggunakan selimut untuk melanjutkan pertengkaran mereka. Dan akhirnya mereka bangun untuk membicarakan hal itu yang membuat impian Eun Jae dulu terwujud. Mereka berusaha untuk membicarakan masalah mereka.
Hari berikutnya di kantor, Hyung Woo mencari buku yang dimiliki Eun Jae. Ia membukanya dan menemukan dokumen registrasi pernikahan mereka terselip didalamnya. Hyung Woo berpikir, jika ia tidak membutuhkan buku itu, maka Eun Jae akan melupakannya lagi.
Eun Jae meminta maaf dan Hyung Woo berkata kalau ia akan mendaftarkannya sendiri.
Hyung Woo selesai mendaftarkan perkawinan mereka dan melihat Eun Jae sedang makan siang sendirian. Ia pun segera bergabung dengannya dan memesan sup organ. Eun Jae heran karena Hyung Woo tidak bisa memakannya. Hyung Woo berkata kalau ia akan kompromi sama dengan masalah-masalah rumah tangga mereka. Tapi Eun Jae kemudian bertanya tentang tagihan kartu kredit mereka untuk bulan ini. Kelihatannya Hyung Woo kembali tidak menghasilkan uang dan hanya bisa menghabiskannya untuk keperluan-keperluan yang tidak penting.


Malam itu, mereka duduk di bar Tae Young, berbicara padanya tapi ditujukan satu sama lain. Sampai akhirnya Tae Young menolak untuk menjadi perantara dan meninggalkan mereka. Mereka terpaksa berhadapan satu sama lain, karena tidak ada seorangpun yang bisa dijadikan perantara.


Mereka berdua pergi menemui Young Joo, dimana Go Ki datang bersama putrinya. Suasananya masih dingin, tapi putri mereka menyuruh orang tuannya untuk berciuman dan mereka mengikuti kemauanya. Putrinya memberitahu Young Joo kalau ia senang jika ayahnya ada dirumah. Perkataannya melembutkan hati Young Joo.


Saat mereka berjalan keluar, Hyung Woo kagum karena gadis kecil itu menyelesaikan masalah orangtuanya untuk mereka dan berharap punya seorang putri seperti Eun Jae. Eun Jae mengingatkannya kalau mereka masih bertengkar dan Hyung Woo mengangkat tangannya ke atas, “Aku kalah.”
Akhirnya Hyung Woo mengerti kalau memenangkan perdebatan bukan kemenangan yang sebenarnya. Lagipula ini juga hal yang diinginkan Go Ki untuk dirinya dan keluarganya. Malamnya, Eun Jae mengagetkan Hyung Woo dengan pernyataan yang tiba-tiba, “Apakah seharusnya kita membuat bayi?”


Ia sadar kalau selama ini ia menunggu waktu yang tepat, tapi tidak sepenuh tahu kapan itu. Ia juga tersadar, jika ia memberikan sesuatu, maka ia juga akan mendapatkan hal lain pada prosesnya.
Hyung Woo menjawab dengan ciuman.
Beberapa bulan kemudian…..


Woo Shik sedang makan bersama putri dan menantunya, sedangkan Deuk Hee pergi untuk kencan pertama bersama Tae Young.
Hyung Woo sedang makan siang bersama Go Ki, tapi ia kemudian panik karena mendapat telpon dari Eun Jae kalau ia sedang makan bersama Young Joo, tapi ia merasa kalau bayinya segera lahir……


Hyung Woo dan Go Ki bergegas menuju ke rumah sakit untuk melihat bayi. HyungWoo merasa sangat senang dan berkata kalau itu bayi yang paling manis yang pernah hidup dan wanita seharusnya benar-benar dihormati.


Mereka membawa bayi itu pulang dan mengagumi betapa manisnya bayi itu. Tapi ketika malam tiba, mereka tidak bisa tidur karena bayi itu terus-terusan menangis. Jika bayi tersebut menangis, maka mereka bangun, hom pim pah dan yang kalah harus membuat susu.
Ketakutan terbesar Eun Jae adalah menjatuhkan bayi. Dan tanpa sadar ia menyebut dirinya unni untuk bayi itu.


Paginya, mereka heran karena seorang bayi bisa bangun 6 kali dalam semalam, tapi mereka tetap tersenyum ketika melihat bayi yang manis itu. Bel rumah berbunyi. Young Joo dan Go Ki datang untuk mengambil putrinya.


Ternyata mereka hanya mengasuh bayi Go Ki untuk malam itu. Setelah mereka pergi, Eun Jae merasa cemburu dan berkeras kalau mereka harus membuat bayi sekarang!
Waktu berlalu dan natal telah tiba. Eun Jae memandang Hyung Woo yang stress karena kasus besar yang ditanganinya. Hyung Woo merasa gugup. Eun Jae memandangnya penuh cinta.
Mereka mengadakan pesta natal di kantor, tapi ketika Eun Jae datang, ia menemukan kalau Hyung Woo sudah pergi setelah mendapatkan keputusan dari pengadilan tentang kasus besar itu. Eun Jae menduga kalau Hyung Woo sedang bersedih di suatu tempat.


Eun Jae menemukannya sedang duduk di ayunan, kepalanya tertunduk. Eun Jae berpura-pura ceria dan memberinya nasehat kecil dan Hyung Woo menertawainya. Eun Jae mendongak dan bingung. Ternyata Hyung Woo tidak kalah di pengadilan. Ia hanya tidak ingin merayakan natal dengan staff Hope.
Hyung Woo memberikan sebuah buku kecil sebagai hadiah. Eun Jae membukanya dan menemukan catatan didalamnya. Hyung Woo memberitahunya kalau ia mulai menulisnya ketika mereka rujuk kembali.


Eun Jae berkata, karena ia sudah mendapatkan hadiah, maka ia juga harus memberi hadiah pada Hyung Woo. Ia menyuruh Hyung Woo untuk mendekat. Hyung Woo pun mendekat dan Eun Jae membisikkan sesuatu ditelinganya. Wajah Hyung Woo langsung cerah. Kelihatannya Eun Jae memberitahunya kalau ia hamil.


Eun Jae terkikik dan bangun, tapi Hyung Woo masih membeku. Eun Jae harus memanggilnya supaya Hyung Woo tersadar. Hyung Woo langsung memeluknya, “Untuk seribu tahun….kau harus hidup denganku.” Eun Jae berpikir kalau harus lebih dari itu,  seribu satu tahun.


Mereka berjalan dengan tangan melingkari pinggang satu sama lain dan saling mencuri ciuman.
Hyung Woo: “Lee Eun Jae, apa yang paling kau sukai ketika hidup bersamaku?”
Eun Jae: “Wajahmu  ketika kau tersenyum. Senyummu sangat tampan.”
Hyung Woo: “Kau sering membuatku tersenyum.”
Eun Jae: “Apa hal favorit Yeon Hyung Woo ketika hidup bersamaku?”
Hyung Woo: “Aku tidak bisa memilih. Ada banyak sekali.”
Eun Jae: “Setelah ini, kita mungkin akan bertengkar lagi besok kan?”
Hyung Woo: “Tentu. Itulah yang terjadi pada suami istri.”
Eun Jae: “Kau benar, itu yang terjadi pada suami istri.”








Credit:www.dramabeans.com

1 comments:

Cindy mengatakan...

good story

Posting Komentar