Pages

02/03/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 17


Yang Myung dan Wol berjalan bersama. Ia berkata kalau Wol tidak perlu keluar. Wol mengucapkan selamat tinggal. Yang Myung memintanya untuk tidak tiba-tiba menghilang tanpa memberitahunya. Wol berkata ia seorang penjahat walaupun ia ingin pergi, ia tidak punya tempat yang bisa ditujunya. Ia menambahkan kalau Yang Myung berlebihan. Yang Myung merasa lega, “Itu benar. Kau seorang penjahat. Seorang peramal. Kau adalah Wol.”. Ia juga menyuruhnya untuk masuk dan beristirahat. Yang Myung pergi. Ketika Wol akan masuk, tiba-tiba ia merasa aneh, ia berbalik untuk menatapnya. Ia berpikir kalau Yang Myung pasti sudah mengenalinya.


Saat Yang Myung pergi, ia berpapasan dengan beberapa orang yang menuju ke tempat Wol/ Yeon Woo. Mereka berpakaian biasa tapi membawa pedang.  Yang Myung merasa curiga.


Wol akan masuk  dan mendengar seseorang memanggil namanya, “Yeon Woo ya.” Orang itu adalah Hwon yang berpakaian seperti seorang bangsawan. Ia mendekatinya dan Yeon Woo bertanya apakah ini nyata, apakah ia bukan ilusi dan benar-benar Raja. Hwon berkata kalau ia bukan ilusi dan ia benar-benar datang mencarinya. Ia menyebut dirinya bodoh karena baru mengenalinya sekarang. Wol menangis. Hwon memeluknya. 


Yang Myung berdiri di belakang mereka dan melihat mereka berpelukan dengan hati hancur.



Yang Myung berjalan pergi dengan airmata berlinang. Ia kemudian melihat Woon. Woon menyuruh Yang Myung diam karena ada beberapa orang yang datang mendekati mereka. Woon berbalik dan menghadapi 3 pria itu. Woon pun bertarung dengan mereka. Woon berlari kearah Hwon, sedangkan Yang Myung mengambil pedang pembunuh tersebut dan berlari mengikuti Woon.


Hwon dan Yeon Woo dikelilingi oleh pembunuh. Woon maju saat Hwon dan Yeon Woo  mundur. Woon melawan mereka. Yang Myung membantu mereka, ia berhasil membunuh satu orang , tapi penyerang yang lain menusuknya. Hwon mengambil pedang Yang Myung dan membunuh seorang dari mereka. Yeon Woo bertanya apa Yang Myung baik-baik saja. Yang Myung berkata kalau ia tidak apa-apa. 


Hwon menatap Yang Myung dan memberinya isyarat untuk melarikan diri bersama Yeon Woo. Hwon terus melawan penyerangnya, sedangkan Yang Myung melarikan diri bersama Yeon Woo.
Yeon Woo bertanya, kemana ia akan membawanya, tapi Yang Myung diam saja.
Woon berkata pada Hwon kemana Yang Myung mungkin membawa Yeon Woo, tapi ketika mereka kesana, Yang Myung dan Yeon Woo tidak ada.
Woon dan Hwon mengejar Yang Myung dengan naik kuda.


Menteri Yoon bertanya pada orang suruhannya apakah mereka membiarkan gadis itu lari. Pembunuh bayaran itu bercerita kalau misi mereka gagal karena Hwon, Woon serta Yang Myung ada disana .  Yang Myung sudah membawa lari gadis itu. (bengawanseoul.com)Menteri Yoon menyuruh mereka untuk segera menangkap Yeon Woo dan membereskan Nok Young.


Nok Young berjalan dan teringat kata-kata Hyung Sun kalau ia adalah saksi kunci, jadi ia harus bersembunyi samapai semua kebenaran terbongkar. Nok Young pergi bersama Janshil dan Seol, tapi Seol kemudian melarikan diri. Janshil bertanya kemana Seol pergi. Nok Young berkata kalau sangat jelas Seol akan pergi kemana. Janshil khawatir kalau Seol tidak pernah kembali. Tapi Nok Young memastikan kalau Seol akan kembali seperti biasa.
Hwon mendatangi rumah Yang Myung, tapi mereka juga tidak ada disana.
Hwon kembali ke istana dalam keadaan marah. Ia masuk kedalam ruangan dan tidak melihat seorangpun disana. Hyung Sun melihat darah di badan Hwon dan memanggil dokter tapi Hwon berteriak kalau itu tidak perlu. Ia meminta Hyung Sun untuk merahasiakan kejadian hari ini. Hwon memukul meja dengan penuh kemarahan dan menyebut nama Menteri Yoon serta Yang Myung.
Yang Myung membawa Yeon Woo ke tempat ibunya.  Ia memanggil ibunya, kemudian pingsan. Selir Park meminta Yeon Woo untuk membantunya membawa Yang Myung ke dalam. Selir Park teringat kalau ia pernah melihat Yeon Woo ketika ia masih kecil.


Selir Park merawat luka Yang Myung. Selir Park bertanya apa Yeon Woo adalah putri Menteri Heo. Yeon Woo membenarkan. Yeon Woo bertanya kenapa Selir Park menangis. Selir Park sedih karena putranya harus mengalami cinta yang menyakitkan.


Selir Park tidak akan bertanya bagaimana Yeon Woo bisa selamat. Ia bercerita tentang Yang Myung. Yang Myung bisa melepaskan segalanya tapi ada satu orang yang tidak bisa dilepaskannya. Ia mungkin ingin memperlihatkan pada ibunya wanita yang dicintainya. (bengawanseoul.com)Woon melihat mereka dan kemudian pergi.
Woon berbohong dan melaporkan pada Hwon kalau mereka tidak berada kuil. Hwon meminta Woon untuk mengikutinya.


 Hwon membawa Woon ke bak mandi. Ia menyuruh semua orang pergi kecuali Hyung Sun dan Woon. Mereka pergi dan Hwon meminta Woon menyerahkan pedangnya. Hwon meletakkan pedang itu ke leher Woon dan menyuruhnya untuk melepaskan baju. Hyung Sun langsung menutup dadanya dengan kedua belah tangannya. 


Hwon berkata kalau ini tidak menyenangkan jika Woon tidak bereaksi. Hwon berkata kalau Woon sangat capek karena telah bepergian semalaman dan menyuruhnya untuk mandi. Woon berkata kalau ia tidak bisa tapi Hwon berkata dengan keras kalau  membantah perintahnya adalah bentuk ketidaksetiaan dan bimbang mau berpihak antara dirinya dan kakaknya adalah pengkhianatan. Woon menutup matanya dan mengerti kalau Hwon tahu kalau ia sudah berbohong.Ia menyuruh Hyung Sun untuk memastikan agar Woon mematuhi perintahnya. Hwon memberitahu Woon walaupun ia tidak memberinya kedudukan tinggi, tapi ia sangat menghargainya. Ia tidak ingin Woon terluka karena ia akan khawatir, mereka sudah bersama untuk sekian lama.


Yang Myung terbangun dan mencari Yeon Woo. Ia melihat ibunya bersama Yeon Woo dan terlihat lega.


Yang Myung berjalan mendekati mereka. Ibunya bertanya apakah ia sudah terbangun sekarang. Ibu menambahkan kalau ia akan melihat apakah sarapan telah siap. Yeon Woo bertanya apakah Yang Myung baik-baik saja. Yang Myung memberitahunya kalau ia pikir Yeon Woo telah pergi. Yeon Woo berkata kalau ia menunggu sampai ia terbangun untuk mengucapkan selamat tinggal. Yang Myung  kemudian mengajaknya jalan-jalan.


Yeon Woo bertanya sejak kapan Yang Myung tahu kalau ia Yeon Woo. Apa karena batu itu. Yang Myung hanya menjawab jika ia tidak mengenalinya adalah hal yang aneh. Karena dirinyalah yang memberinama batu itu dan hanya mereka berdua yang tahu tentangnya. (bengawanseoul.com)Yeon Woo bertanya kenapa ia berpura-pura tidak tahu kalau ia Yeon Woo. Dengan sedih Yang Myung berkata kalau ia tidak ingin tahu, kalau bisa ia ingin melakukannya sampai akhir. Ia sangat senang karena melihatnya hidup.Jika ia menerima kenyataan, maka semuanya akan menghilang.
Akhir-akhir ini hidupnya berubah. Ketika ia terbangun, ada hal yang harus dikerjakannya dan orang-orang yang membutuhkannya. Ia juga dapat melihatnya sehingga ia merasa bahagia.
Yeon Woo berkata kalau ia jugasangat senang. (bengawanseoul.com)Ia menambahkan kalau Yang Myung adalah cahaya terang baginya. Karena Yang Myunglah ia bisa melupakan masalahnya dan tertawa. Ia merasa sangat berterimakasih padanya tapi ia juga merasa menyesal tapi a tidak bisa memberikan jawaban yang diinginkannya. Ia menyuruhnya untuk bebas bertemu dengan seseorang yang baru serta berbahagia. Hanya ini yang bisa dikatakannya padanya. Ia berharap Yang Myung akan selalu sehat. Ia pun menghormat padanya.


Yeon Woo beranjak pergi tapi Yang Myung memegang tangannya. Ia berkata kalau dikehidupannya yang lalu ia milik Hwon, tapi dalam kehidupannya sekarang bisakah ia berada disisinya. 


Hwon tiba-tiba datang dan berkata kalau itu tidak mungkin. Hwon menyuruh Woon untuk membawa Yeon Woo pergi. Hwon memandang Yang Myung dengan marah. Yeon Woo menengok kebelakang dan Yang Myung memandangnya. Hwon bertanya apa Yang Myung tahu apa yang telah dilakukannya. Ia telah bersalah karena menyukai wanita milik Raja.
Hwon melemparkan sebuah pedang ke arah Yang Myung. Mereka saling berhadapan. Hwon berkata kalau ia memberi Yang Myung kesempatan untuk mengarahkan pedang itu ke lehernya. Jika Yang Myung memotong leher Hwon disini, maka ia akan menjadi Raja. Mereka mulai bertarung.
Flasback.
Ketika mereka masih kecil, Yang Myung muda mengarahkan pedang kayunya ke leher Hwon muda.


Sekarang, Yang Myung melakukan hal yang sama.  Hwon berkata, “Apa kau pikir setelah menjadi seorang raja kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan?” Yang Myung menjawab, jika ia jadi Raja, paling tidak ia tidak akan disebut sebagai pengkhianat. 


Hwon menyuruhnya untuk memotong lehernya.  Yang Myung gemetar, Hwon bertanya kenapa Yang Myung ragu-ragu? Yang Myung meletakkan pedangnya. Hwon, “Hyungnim, kau telah kehilangan kesempatanmu hari ini. Jangan harap ada kesempatan lain.” Yang Myung memelototinya.
Hwon kembali ke istana bersama Woon. Hyung Sun terlihat khawatir. Hwon bertanya apa Yeon Woo sedang beristirahat. Ia bertanya apa ia boleh bertanya satu hal, apakah ia datang bukan karena kemauannya. Yeon Woo bertanya apakah Hwon akan melepaskannya? Hwon bertanya lagi apakah ia boleh masuk. Yeon Woo menjawab ia merasa begitu, akankah Hwon memperbolehkannya pergi.Hatinya sudah menjadi miliknya, kenapa ia masih takut. Hwon bertanya apakah ia boleh membuka penutup dinding itu. Yeon Woo menjawab kalau ia boleh melakukannya.


Hyung Sun menyuruh para dayang untuk membuka pintu. Yeon Woo keluar dengan menggunakan baju yang bagus. Hwon ternganga dan menyuruhnya mendekat. Yeon Woo maju satu langkah. Hwon menyuruhnya mendekat sedikit lagi. Yeon Woo maju satu langkah lagi. Hwon tidak sabar dan langsung memeluknya. Yeon Woo bertanya kenapa ia bertingkah seperti ini. Hwon menatap Hyung Sun. Hyung Sun tersenyum dan menyuruh yang lain keluar. 


Hwon memeluknya lagi dan terus memanggil namanya. Ia pun tersenyum. Yeon Woo juga terus menjawab panggilannya.
Hwon sedang berjalan dan teringat kata-kata Yeon Woo, “Hatiku sudah jadi milikmu, kenapa kau gelisah?” Hwon memandang Hyung Sun yang menyeringai. Hwon pun tersenyum sambil terus berjalan.
Ia kemudian bertemu dengan Menteri Yoon. 


Menteri Yoon berkata kalau ia mendengar ketika ia sedang menyamar, ia bertemu dengan para pembunuh. Ia menambahkan apakah Hwon baik-baik saja. Hwon heran kenapa ia tahu karena hanya dirinya dan orang yang menyerangnya yang tahu hal ini, bagaimana Menteri Yoon bisa tahu. Menteri Yoon memberitahunya kalau ia harus tahu semua hal tentang Raja. Hwon berterimakasih padanya. Hwon mendengar kalau Menteri Yoon pandai berburu dan memintanya mengajarinya. Menteri Yoon berkata kalau ia harus terus melihat mangsa maka ia bisa membunuhnya. Hwon mengulangi kata-kata Menteri Yoon dan menekankan kalau ia akan mengingatnya.


Hwon sedang membaca laporan dan terlihat bosan. (bengawanseoul.com)Hwon bertanya apa yang sedang dilakukan Yeon Woo di ruang sebelah. Yeon Woo menjawab kalau ia sedang membaca. Ia bertanya apakah Yeon Woo tidak bosan membaca. Yeon Woo menjawab kalau ia tidak bosan. Hwon bertanya apa buku itu bagus. Yeon Woo membenarkan. Hwon putus asa dan tiba-tiba mendapatkan ide.


Yeon Woo sedang membaca buku, ketika ia mendongak, ia melihat Hwon membawa meja dan laporan yang harus dibacanya. Hwon duduk dan mulai membaca. Ia bertanya apakah buku itu sangat menarik sampai-sampai Yeon Woo tidak mendengarnya ketika ia masuk. Hwon merengut dan menggerutu kalau mereka sudah tidak bertemu selama 8 tahun dan ia tidak memperhatikannya. Ia menambahkan kalau selama 8 tahun ini ia tidak melihat gadis lain. ia bercerita betapa susahnya menjaga”kemurniannya” di istana yang dipenuhi oleh wanita cantik. Ia harus berusaha dan berlatih dengan keras.
Yeon Woo bertanya apakah membutuhkan banyak latihan untuk menjaga “kemurniannya.” Hwon menyahut kalau Yeon Woo tidak tahu seberapa banyak latihan yang diperlukan untuk melawan darah panas seorang pria muda. Tapi Yeon Woo membantah kalau itu semua bohong karena jelas-jelas Hwon tertarik pada Wol.


Hwon mengaku kalau ia terpesona pada Wol, tapi ia tidak tertarik padanya. Ia kemudian tersadar, “Itu….tunggu….bukankah Wol itu dirimu?”


Hwon tertawa karena Yeon Woo cemburu pada dirinya sendiri. Yeon Woo merengut dan menyuruh Hwon bekerja lagi dan menutup wajahnya dengan buku. Hwon menggeser mejanya dan menurunkan buku Yeon Woo.


Hwon mencondongkan badannya, “Sangat lucu karena kau cemburu pada dirimu sendiri, tapi ini juga tidak normal karena aku bisa jatuh cinta padamu dua kali.”


Hwon pun mencium Yeon Woo dan kembali bekerja seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Menteri Yoon memberitahu Ibu Suri kalau Yeon Woo masih hidup.  Ibu Suri sangat marah. Menteri Yoon menduga kalau Hwon menyembunyikan Nok Young juga Yeon Woo, karena mereka berdua menghilang malam ketika Hwon mengetahui kebenarannya.


Ibu Suri bertanya-tanya apakah ini artinya Hwon akan mengubur semua yang ia tahu. Menteri Yoon berpikir kelihatannya Hwon belum mengetahui hal itu sepenuhnya atau ia sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. (bengawanseoul.com)Untuk itu mereka harus menemukan Nok Young dan Yeon Woo dahulu, kemudian menyingkirkan keduanya.
Mereka berpikir kalau tinggal mereka saksi dari kejahatan itu. Jadi, jika keduanya mati, kebenaran itu akan terkubur selamanya.


Ibu Suri memutuskan untuk mengunjungi Raja secara tiba-tiba. Hyung Sun segera berpikir dengan cepat. Ia mengumumkan kedatangan Ibu Suri dengan sangat keras dan lebih lama. Tapi Ibu Suri menerobos masuk sebelum Hwon menjawab dan Hwon membeku. Ia berdiri ditengah ruangan sambil mengangkat mejanya.
Ibu Suri memandangnya dengan heran dan  Hwon berpura-pura mengangkat dan menurunkan meja itu seperti barbel. Ia beralasan kalau ia sedang berolahraga.


Ibu Suri langsung mengemukakan keinginannya. Ia mengingatkan Hwon kalau ia berhutang satu hal padanya, hidup Wol dan sekarang ia datang untuk mengambil hutangnya. Ia meminta Hwon untuk memberikan Nok Young dan Wol padanya. Keduanya berpura-pura bodoh. Hwon setuju untuk melakukan apa yang neneknya minta. Ia hanya meminta sedikit waktu untuk menemukan mereka dan meyakinkannya kalau mereka pasti akan bertemu. Dalam hati ia berpikir kalau itu adalah pertemuan itu di pengadilan antara korban, saksi dan penjahat.
Ibu Suri juga memberitahu Hwon untuk menghentikan penyelidikannya tentang masalah 8 tahun yang lalu dan memperingatkannya kalau alasan kenapa mereka menutupinya adalah untuk melindungi Raja  dan orang-orangnya. Hwon bertanya orang yang mana. Ibu Suri hanya menyuruhnya untuk berpikir siapa yang paling berharga baginya.


Yeon Woo mendengar semuanya dan mengerti akibat yang Hwon tidak tahu. Keterlibatan Min Hwa yang menyebabkan kakaknya Yeom dalam bahaya.
Yeom sedang membaca , tiba-tiba ia teringat tentang penyelidikan Hong Kyu Tae dan berpikir tentang Yeon Woo. (bengawanseoul.com)Ia memandang langit malam dan mendengar suara. Ia pun berteriak dan berjalan ke sudut rumah. Ia menemukan Seol sedang memata-matainya.


Seol memberitahu siapa dirinya dan masih memanggil Yeom tuan muda. Yeom memberitahunya kalau ia tidak perlu memanggilnya seperti itu. Seol berpikir dalam hati, “ Tapi hatiku kau masih tuan mudaku. Seperti hari dimana kau memberiku nama Seol.”
Yeom bertanya sekarang apa yang sedang ia lakukan. Seol memberitahunya kalau sekarang ia punya tuan baru yang memperlakukannya dengan baik. Tapi ketika ibu datang, Seol langsung menyelinap pergi. Ibu khawatir tentang keadaan Min Hwa, sejak mereka pergi ke makam ayah Yeom, Min Hwa sakit. Ia berencana akan membawanya ke istana untuk menemui dokter.
Hwon melamun sampai malam. Ia memikirkan kata-kata Ibu Suri. Yeon Woo memanggilnya dan menyuruhnya untuk tidur karena hari telah malam. Hwon minta maaf karena Yeon Woo harus tinggal seharian di kamar rahasia. Yeon Woo: “ Tapi aku ada disebelahmu. Jika ada disampingmu, bahkan jika itu neraka dan bukanlah kamar, aku tidak akan menolak.”


Mereka berjalan-jalan diluar dan Hwon bertanya kenapa Yeon Woo tidak memberitahunya kalau ia sudah mengingat semuanya ketika mereka dulu bertemu di Istana Bulan Tersembunyi. Yeon Woo menjawab kalau ia tidak bisa karena sekarang Hwon sudah punya Ratu disisinya.


Bo Kyung terbangun dan berteriak histeris karena mimpi buruk. Ia yakin kalau suara tangisan di Istana Bulan Tersembunyi tidak terdengar lagi karena Yeon Woo sudah kembali dan ada disuatu tempat di istana ini.
Ia menangis dan menginginkan ayahnya menyingkirkan Yeon Woo sekali lagi, tapi ia menahan diri, ia teringat untuk tidak menunjukkan kelemahannya didepan ayahnya. (bengawanseoul.com)Ia gemetar dan akhirnya memutuskan untuk memanggil mata-mata yang dulu pernah digunakannya.


Yeon Woo tahu kalau kembali dari kematian dapat mengguncangkan keluarga kerajaan, jadi bagaimana ia bisa langsung kembali? Hwon menyalahkan dirinya karena apa yang terjadi pada Yeon Woo.
Fakta kalau Hwon tidak pernah melupakannya selama 8 tahun sudah cukup bagi Yeon Woo. Ia menambahkan, jika selama ini Hwon melupakannya, maka ia akan terus mengingat dan merindukannya.
Hwon memberitahunya kalau ia tidak akan pernah melupakan dan bersumpah akan menghukum setiap orang yang pernah menyebabkannya menderita dan mengembalikan semuanya ke tempat yang benar. Tapi Yeon Woo mengejutkannya, ia meminta Hwon untuk mengubur semua yang sudah terjadi.
Yeon Woo menyuruhnya untuk melupakan masalah itu, bukan karena ia tidak percaya padanya, tapi karena ia takut kebenaran akan menyakitinya lebih banyak. Ia berkata kalau baginya sudah cukup untuk berada didekatnya dan ia tidak menginginkan lebih dari itu.
Hwon: “ Kau suka berada ditempat dimana cahaya matahari tidak bisa menjangkaunya?”
Yeon Woo: “Matahari sangat dekat. Aku tidak perlu cahaya lain.”


Hwon tersenyum dan membawa Yeon Woo ke ruang pertemuan kerajaan untuk menunjukan tahta Raja. Hwon memberitahunya kalau Yeon Woo mengajarinya apa yang salah dengan politik ketika mereka pertama kali bertemu. Dengan malu-malu, Yeon Woo berkata kalau saat itu ia hanyalah anak kecil.
Ia mengutip kata-kata Yeom tentang melihat dari mata seorang anak dan memberitahunya kalau ia sering berhenti untuk menduga apa yang akan disarankan oleh Yeom maupun Yeon Woo. Hwon kemudian menunjukkan lukisan di belakang tahta. Terlihat ada gambar bulan dan matahari.


Hwon berkata, saat ia masih menjadi putra mahkota, ia meminta untuk dibuatkan binyeo bulan yang memeluk matahari, “ Binyeo itu mewakili lamaranku, ketika aku bertanya apakah kau mau menjadi bulanku.”
Ia mengeluarkan sebuah binyeo dari lengan bajunya dan berkata kalau ia membuat dua binyeo. Satu sudah diberikan padanya dan yang satu, rencananya akan diberikannya di hari Yeon Woo menjadi Ratunya, dan ia akan memberikannya ditempat ini.


Hwon mengeluarkan satu binyeo lagi dan berkata kalau ia meminta semua barangnya dibawa dari Hwalinseo dan meletakkan dua binyeo itu ke tangan Yeon Woo. Yeon Woo mulai menangis.
Hwon: “Hari ini, kita sudah menjadi satu.”


Hwon menghapus airmata Yeon Woo dan menciumnya.









Credit: www.dramabeans.com

1 comments:

Laylawliet mengatakan...

Wah seneng seneng,,tinggal 3 episode lagi,,,,

Posting Komentar