Pages

04/03/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 18


Hwon terbaring ditempat tidur sambil tersenyum, “Bukankah sangat menyenangkan terbaring di tempat tidur bersama seperti ini?” Yeon Woo yang memakai baju tidurnya setuju.


Tapi ternyata Hyung Sun duduk diantara mereka dengan mata yang ditutup
Hwon menggerutu pada Hyung Sun, apakah ia tidak bertindak terlalu jauh dan bertanya apakah ia tidak mempercayainya.
Hyung Sun mendesah dengan berat dan berkata kalau ia percaya pada Raja tapi tidak pada insting prianya yang sudah sekian lama ditekan. Hwon memukul selimutnya dengan kakinya karena kesal dan berkata bagaimana ia bisa tidur dalam situasi seperti ini. Hyung Sun membuka penutup matanya dan menawarkan kompromi, jika Raja mau berjanji. Hwon langsung memotong kata-katanya, “Janji? Janji macam apa?”
Hyung Sun menjelaskan kalau Raja harus berjanji kalau ia tidak akan menyentuh sehelai rambut Yeon Woo. Hwon merasa tersinggung dan menolak keras, tapi Yeon Woo mengambil alih dan berkata kalau mereka sudah berpisah selama 8 tahun. Walaupun mereka bisa memandang satu sama lain sepanjang siang dan malam, rasanya masih belum cukup. Bisakah Hyung Sun mengerti dan membiarkan mereka bersama?


Hyung Sun melunak dan meninggalkan mereka berdua. Hwon sebal karena Hyung Sun lebih mendengarkan Yeon Woo daripada dirinya. Ia berbaring dengan marah dan berkata kalau ia tidak akan menyentuh Yeon Woo dan Yeon Woo menenangkannya dengan menggenggam tangannya.



Yeon Woo menggodanya apakah ia akan mengusirnya karena berani menyentuh Raja atau akan menghukumnya? Hwon hanya tersenyum. Yeon Woo menambahkan kalau ia yang menyentuh Hwon dan bukan sebaliknya. Hwon menggenggam tangannya dengan erat dan tersenyum.


Mereka berbaring berdampingan sambil berpegangan tangan dan tertidur sambil tersenyum.


Bo Kyung mendengar kalau dayang mata-matanya sudah dipindahkan ke istana lain, tapi mereka tidak bisa menemukannya dimanapun. Kelihatannya Raja sudah tahu kalau ada mata-mata disekitarnya karena ia mengganti semua dayang yang melayaninyan kecuali yang pernah melayaninya sejak ia masih menjadi Putra Mahkota.
Bo Kyung menyimpulkan kalau Hwon menyembunyikan sesuatu di kamarnya,. Tapi apa yang disembunyikannya?


Min Hwa berlari menemui ibunya untuk memberitahu kabar bagus. Ibu Yeom memperingatkannya kalau Min Hwa harus hati-hati dengan badannya mulai saat ini. Min Hwa ternyata sedang hamil. Ditengah jalan ia bertemu dengan Hong kyu Tae yang kemudian memperkenalkan dirinya. Min Hwa memujinya dan berkata kalau ia pasti sangat setia pada Raja. Ketika Min Hwa pergi, Kyu Tae memandangnya dengan pandangan menyelidik.
Hong Kyu Tae melaporkan pada Raja kalau Raja terdahulu sering datang mengunjungi Min Hwa sebelum ia menutup kasus penyelidikan kematian Yeon Woo. Tapi itu bukan hal yang  aneh karena Raja sangat menyayangi Min Hwa


Yeon Woo mendengarnya dari kamar rahasianya. Ia merasa khawatir karena ini alasan kenapa mereka tidak bisa mengungkap semuanya. Hong Kyu Tae menambahkan kalau yang membuatnya curiga, Ibu Suri juga sering mengunjungi Min Hwa. Kecurigaan Hwon pun muncul.
Kyu Tae menambahkan sebuah informasi lagi. (bengawanseoul.com)Sebagaian besar mantra menggunakan boneka jerami untuk mewakili targetnya, tapi pada kasus tertentu, seorang manusia juga bisa digunakan.Ini akan memperkuat mantra yang digunakan karena biasanya orang yang digunakan mempunyai keinginan yang kuat.


Hwon mengingat kembali kata-kata neneknya yang mengatakan kalau ia harus menghentikan penyelidikannya untuk melindungi orang-orang yang dicintainya dan ayahnya melakukan hal sama untuk alasan yang sama pula. Ia tambah curiga. Ia bertanya pada dirinya sendiri, “Kenapa harus Min Hwa…? Kenapa?”


Min Hwa dan ibu mertuanya menyampaikan kabar baik ini pada Ratu Han yang sangat senang karena sebentar lagi punya cucu. Min Hwa pamit karena ia ingin segera menyampaikan berita ini kepada suaminya. Padahal, ia tidak ingin bertemu dengan neneknya. Ratu Han mmenyuruhnya untuk menemui Hwon terlebih dahulu sebelum ia pergi.


Hwon sekarang mengerti dengan sikap ayahnya 8 tahun yang lalu. Ayahnya minta maaf karena tidak mampu melindungi calon istri putranya. Ia juga mengatakan kalau suatu saat Hwon pasti mengerti kenapa ia mengatakan hal ini. Ia menyuruhnya untuk memaafkan orang-orang yang sekarang dilindunginya. Ia memperingatkan Hwon kalau tahta Raja adalah tempat yang sepi, dikelilingi oleh musuh yang kadang-kadang punya hubungan darah dengannya. (bengawanseoul.com)Kadangkala ia harus membuat keputusan diluar keinginannya karena ia tidak punya pilihan lain. Sekali lagi ia meminta Hwon untuk memaafkan  kesalahan keluarganya.
Ayahnya bertanya apakah Hwon akan memaafkan ayahnya ketika ia mengerti apa maksud perkataannya dan juga untuk melindungi, walaupun ia tidak menyebutkan nama seseorang. Sekarang Hwon mengerti kalau itu permohonan untuk menutupi masalah itu untuk tidak menimbulkan pertengkaran dikeluarga mereka. Kemudian ia teringat ketika Min Hwa menangis dan berkata kalau ia benci padanya karena mengatakan hal yang buruk tentangnya didepan Yeom.
Yeon Woo memanggilnya dan Hwon tersadar dari lamunannya. Ia bertanya apa selama ini Yeon Woo sudah tahu? Apakah ini sebabnya ia menyembunyikan kalau ingatannya sudah kembali?


Ia kemudian pergi ke ruang pertemuan dewan kerajaan dan mengingat lebih banyak kenangan ketika ia berlutut didepan ayah dan seluruh menteri supaya ayahnya mencabut keputusannya untuk menjadikan Yeom menjadi suami Min Hwa dan menyebutnya menyia-nyiakan hidup Yeom. Itu sama saja dengan memberinya hukuman mati. Ia rela untuk menikahi putri Menteri Yoon asalkan ayahnya mencabut keputusannya itu. Raja sangat marah dan menyuruh Hwon mengikutinya.


Raja memarahi Hwon secara pribadi. Hwon membela diri kalau tindakannya itu karena ia ingin melindungi Yeom. (bengawanseoul.com)Raja memberitahunya dengan jelas kalau Hwon sudah memperburuk keadaan. Ia menyebut semua orang yang akan terkena akibatnya termasuk Yeom, keluarga Heo dan raja sendiri karena perbuatannya itu. Mereka akan menggunakannya sebagai target politik. Jika ia menunjukkan perasaannya, siapa yang bisa dilindunginya?
Hwon membalas, “Apa kau memberitahuku untuk duduk dan melihat? Tidak melakukan apapun, tidak merubah apapun, tidak melindungi siapapun? Mengikuti alasan yang dibuat oleh orang lain, tidak punya kekuatan dan lemah? Apa kau menyuruhku untuk hidup seperti itu? Apa itu artinya menjadi Raja?”


Ayahnya menjawab kalau semakin ia  mencoba melindungi akan membuatnya semakin tersakiti dan  semakin mencoba untuk menang akan membuatnya kalah, “Itulah takdir tahta Raja yang akan kau ambil.” Jika ia ingin melindungi sesuatu, maka ia tidak boleh memperlihatkan perasaannya.
Ayahnya menambahkan kalau politik artinya memenangkan sesuatu dengan mengorbankan suatu hal.  Hwon bertanya apa keputusan yang diambil ayahnya, apa yang dilindungi dan dikorbankannya. Raja berpikir dalam hati, ia harus kehilangan Yang Myung untuk melindungi Hwon dan kehilangan putri mahkota untuk melindungi Min Hwa.
Hwon mengumumkan kalau ia akan berbuat hal yang berbeda dan melakukan apa yang benar,  Walaupun ia harus mempertaruhkan semuanya, ia tetap akan melindunginya. Jika ia merasa ada sesuatu yang tidak benar, maka ia tidak akan menyerah, “Joseonku akan seperti itu.”


Hwon muda keluar dari ruangan dan berhadapan dengan Hwon dewasa. Hwon muda menantangnya, bertanya apakah ia sudah lupa pada tekadnya, untuk merubah cara mengatur negara. Apa ini politiknya dan apakah ia sudah lupa? (bengawanseoul.com)Membiarkan semua hal ataupun orang kembali ke posisinya yang sah. Membuat orang yang tidak pantas untuk jabatannya mengembalikan jabatan itu pada orang yang lebih pantas. Ini adalah tugas raja masa depan. Ini adalah jalan yang harus dijalaninya, apakah ia lupa? Hwon dewasa merasa sangat terguncang.


Hwon kembali ke kediamannya dan menemukan Min Hwa disana. Hwon menemuinya dengan hati yang berat. Hwon bertanya apakah Min Hwa begitu menginginkan Yeom sampai ia bisa berbuat hal sejahat itu pada adiknya. Min Hwa kaget tapi berpura-pura tidak tahu apa yang dikatakan Hwon sampai Hwon ingin tahu kenapa Min Hwa ikut dalam ritual untuk menyerang Yeon Woo. Min Hwa menangis dan memohon pada Hwon supaya tidak menceritakannya pada suaminya.
Hwon menatap adiknya dan menyuruhnya untuk menatap matanya dan bertanya bagaimana ia bisa berbuat seperti itu. Min Hwa menangis, “ Dengan mata yang sama, suara yang sama dan kata-kata yang sama……Ayah juga berbicara seperti itu padaku.”


Flashback.
Segera setelah Raja mengetahui apa yang terjadi, Min Hwa muda menangis dihadapan ayahnya yang murka. Ia berkata kalau ia tidak tahu apa yang telah ia lakukan. Neneknya hanya menyuruhnya duduk disana dan Yeom akan menjadi miliknya. Ia tidak tahu kalau Yeon Woo akan meninggal.
Raja memegangnya dan menekankan kepadanya kalau tidak seorangpun yang boleh tahu dan ia harus menutup mulutnya sampai ia mati.


Min Hwa bekata pada Hwon kalau ia benar-benar tidak tahu dan tidak sadar apa yang telah ia lakukan. Tapi setelah ia melihat suaminya sering duduk dikamar Yeon Woo sambil menangis, ia baru sadar kesalahan besar apa yang dibuatnya. (bengawanseoul.com)Hwon memberitahunya kalau ia sudah berbuat dosa yang tak termaafkan pada ayahnya, dirinya dan juga Yeon Woo. Hwon berteriak padanya, “Bagaimana kau akan membayar semua ini? Bagaimana kau akan memperbaikinya?”
Min Hwa menyatakan, “ Bahkan jika aku bisa kembali ke masa lalu, aku tetap akan memilih suamiku.” 


Hwon menatapnya dengan hati yang hancur saat Min Hwa berkata kalau ia mungkin akan dihukum seribu kali atau akan masuk neraka, “Aku tidak akan menyesali keputusanku.”
Hwon berkata kalau ia akan menghukum Min Hwa, itu satu-satunya cara agar ia bisa menghukum keluarga neneknya atas kejahatan yang telah mereka lakukan. Min Hwa menerima kalau ia harus dihukum, tapi ia mohon pengampunan untuk anak yang ada di kandungannya serta suaminya. Hwon tertegun. Ia melihat Min Hwa pergi dengan terguncang dan menangis.


Min Hwa tiba dirumah dengan wajah yang sedih, tapi Yeom sangat senang karena berita kehamilannya. Yeom memperhatikan suasana hati Min Hwa. Min Hwa berkata dengan penuh airmata kalau ia harus mengatakan sesuatu padanya. Saat ia sedang mencari kata-kata yang tepat, Yeom berterimakasih padanya dan minta maaf karena belum bisa membayar semua kebaikannya. Min Hwa menangis dipelukan suaminya dimana Yeom tidak mengerti kenapa Min Hwa jadi seperti itu.
Di balik pagar, Seol menatap mereka. Ia kembali ke rumah dengan perasaan suram dan Janshil memandangnya, kemudian dengan suara berat seorang peramal ia berkata kalau anak yang dikandung Min Hwa laki-laki, pintar dan tampan seperti ayahnya. Ia akan jadi pilar negara.


Seol mulai menangis. Janshil memandangnya dengan heran, ia tidak sadar kalau ia baru saja membuat prediksi. Seol menangis untuk ketidakadilan yang harus dihadapi Yeom. (bengawanseoul.com)Nok Young memarahinya, itulah sebabnya ia melarangnya pergi kesana. Seol menangis karena Yeom harus punya anak dengan wanita yang membunuh adiknya. Ia menyesali ketidakmujuran kakak beradik Heo.


Hwon sangat terguncang ketika Yeon Woo yang sudah mendengar semuanya ingin bersama dengannya. Hwon menolaknya. Ia tidak mampu melihatnya sekarang karena ia tahu kalau saudaranya sendiri yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi padanya. Ia berjanji akan mencari orang yang melakukan ini padanya dan menghukum mereka tapi ternyata pelakunya adalah keluarganya sendiri.
Yeon Woo keluar dari kamar rahasianya dan memberitahunya kalau inilah yang ditakutkannya. Hwon akan terluka dan tidak mau menemuinya. Hwon berkata kalau hubungan darah ini berarti ia juga harus disalahkan atas kesalahan itu. Yeon Woo memberitahunya untuk tidak berpikir seperti itu yang membuatnya menyalahkan dirinya sendiri karena tetap hidup.


Hwon bertanya  Yeon Woo ingin ia berbuat apa dan Yeon Woo memberitahunya untuk menutupi semuanya. Kakaknya tidak akan mampu untuk menerima kebenaran itu. Hwon bertanya apa itu tidak membuatnya marah atas semua penderitaan yang ditahannya. Tapi Yeon Woo berkata kalau ia tidak mau kakaknya berbagi penderitaan dengannya. Hwon bertanya dengan hati hancur, apakah Yeon Woo tidak kasihan padanya. Jika bukan Yeon Woo yang menjadi Ratunya, ia harus memeluk wanita lain. Yeon Woo hanya bisa menangis.


Tapi ketika ia bertemu dengan neneknya, ia berpura-pura tenang. Ia berkata kalau neneknya harus pindah ke istana Onyang. Ia berkata kalau lingkungan yang indah dan lebih hangat akan baik untuk kesehatannya. Hwon menambahkan kalau inilah saatnya neneknya mundur dari dunia politik.
Ibu Suri tidak membiarkan Hwon melakukan apa yang diinginkannya, jadi Hwon memberinya pilihan: Neneknya memilih mundur atau harus menghadapi pengadilan kerajaan. Hwon menunjukkan kesalahannya, membunuh putri mahkota dan memanfaatkan Min Hwa sebagai persembahan untuk ilmu hitam yang menyerang Yeon Woo. (bengawanseoul.com)Ibu Suri hanya menyuruh Hwon untuk membuktikannya. Hwon mengejutkannya dengan memperingatkannya kalau ia tidak akan longgar padanya hanya karena mereka keluarga. Ia tidak akan seperti ayahnya. Karena ia masih ingin berbakti, maka ia menyuruhnya untuk pensiun dan pindah ke tempat lain, “Aku akan mengembalikan semuanya pada tempatnya.”


Ibu Suri menggeram kalau Hwon tidak bisa melakukan ini padanya. Ia berteriak, “Apa kau tidak tahu dengan kekuatan siapa kau mendapatkan kedudukan ini? Aku! Karena aku, nenekmu, yang memeras otakku dan menodai tanganku dengan darah untuk melindungi tahta itu untukmu!”
Ia marah kalau Hwon tidak bisa mengirimnya pergi begitu saja. Ia berteriak kemudian pingsan.


Para menteri mendengar berita tentang pengusiran Ibu Suri dan mengerti kalau Raja sudah tahu semuanya.  Pembersihan politis tak terelakkan lagi. Mereka takut kalau mereka semua akan terkena. Menteri Yoon berkata satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan adalah menyerang terlebih dulu.


Luka Yang Myung sudah membaik dan siap untuk meninggalkan kuil. Ia berjalan bersama ibu yang memandangnya dengan khawatir. Yang Myung menenangkan ibunya kalau ia akan baik- baik saja. Ibunya memberitahunya untuk mengikuti kata hatinya dan hidup seperti yang diinginkannya.
Ibu juga menasehatinya kalau kesedihannya akan hilang seiring dengan berjalannya waktu dan ia akan membuat hubungan yang baru dengan orang yang baru pula. Ia percaya kalau Yang Myung akan membuat keputusan yang benar, apapun yang terjadi dan Yang Myung terlihat sedih melihat kepercayaan ibunya.


Ketika ia kembali ke rumah, ia menemukan kerumunan bangsawan yang menunggu di luar rumahnya. Untuk pertama kalinya ia tidak melarikan diri dan mengundang mereka masuk. (bengawanseoul.com)Mereka berkata kalau Yang Myung berada di garis pertama pengganti Raja yang saat ini masih belum punya putra. Ini percakapan yang berbahaya tapi Yang Myung tetap mendengarkan mereka. Merekapun tambah semangat.


Kepercayaan diri itu berubah menjadi kegelisahan ketika Yang Myung mengambil pedangnya dan mengamatinya kemudian mengarahkannya pada mereka. Leher siapa yang akan terpenggal dahulu karena percakapanyang berbau pengkhianatan ini? Mereka langsung berkata kalau mereka tidak bermaksud lain, mereka hanya memikirkan negara dan mereka tersadar kalau mereka salah membaca reaksi Yang Myung. Yang Myung memperingatkan mereka untuk terakhir kalinya, jika mereka menyebutkan hal itu lagi, maka kepala mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada badan mereka.


Pemimpin dari kelompok tersebut melaporkan pada pendukung rahasia mereka yang tak lain dari para menteri jahat. Menteri Yoon terkekeh, ia sudah tahu kalau Yang Myung tidak akan terpengaruh dengan begitu mudah. Pemimpin itu juga menyampaikan pesan Yang Myung untuk mereka, jika mereka punya sesuatu yang ingin dikatakan padanya, maka mereka harus datang sendiri untuk menemuinya.
Salah satu menteri heran kenapa mereka harus membujuk Yang Myung yang jelas-jelas sangat setia pada Raja. Menteri yang lain menyahut kalau keduanya memperebutkan gadis yang sama, walaupun ia menyimpulkan kalau tidak mudah memanipulasi friksi itu menjadi suatu pengkhianatan.
Menteri Yoon masih yakin kalau mereka bisa membawa Yang Myung ke kubu mereka dan membuat jebakan licik mereka yang lain.


Bo Kyung gembira ketika ia melihat ibunya datang sambil membawa seorang gadis kecil, Soo Hyang, tapi Bo Kyung kemudian bersembunyi ketika ayahnya muncul. Ibu menyapa ayahnya dan memperkenalkan keponakan yang dibawanya untuk menemani Bo Kyung. (bengawanseoul,com)Menteri Yoon senang dengan keterusterangan Soo Hyang saat ia mengemukakan kekagumannya pada istana dan berkata kalau ia pasti suka tinggal disini.
Bo Kyung mendengar gema menakutkan ketika dulu ayahnya menanyakan hal yang sama padanya dan bagaimana ayahnya menggunakan keinginannya dulu untuk memenuhi keinginannya pribadinya. Tapi ketika ayahnya melihat Bo Kyung berdiri disana, diam-diam ia berpaling dengan ketidaksetujuan, meninggalkan putrinya hancur dengan penolakannya.


Bo Kyung memberitahu ibunya kalau ia berpikir ayahnya akan membuangnya. Ibunya protes, tapi Bo Kyung berkata kalau ayahnya bisa melakukan hal itu, apalagi jika ia menganggapnya tidak berguna. Ibu bertanya dengan putus asa siapa yang akan menggantikan Bo Kyung menjadi Ratu dan Bo Kyung langsung menatap Soo Hyang. Jika ayahnya tidak bisa mengontrol putrinya sebagai Ratu, kenapa tidak menggantikannya dengan yang lebih muda dan lebih menarik bagi seorang pria.
Ibu menyuruh Soo Hyang untuk pergi dan minum teh ditempat lain sebelum meneruskan pembicaraan dengan Bo Kyung. Ia berkata jika itu terjadi, maka Soo Hyang hanya akan jadi seorang selir. Lagipula kenapa Raja akan menyukai gadis sekecil itu.
Bo Kyung menjawab kalau bukan itu yang harus mereka khawatirkan, jika tahta jatuh pada orang lain, maka situasinya akan berbeda: “Jika itu ayah, semuanya sangatlah mungkin.”


Yang Myung mendapat tamu lain, ia adalah menteri Yoon yang langsung berbicara pada pokok permasalahannya. Ia bertanya apakah Yang Myung mau menjadi matahari. Yang Myung heran kenapa ia memilih dirinya. Menteri Yoon berkata kalau Yang Myunglah yang paling pantas.
 Yang Myung menolak dan berkata kalau mereka harus menghentikan pembicaraan sampai disini, ia akan merahasiakannya dari Raja. Menteri Yoon bertanya, “Apakah kau selamanya akan hidup jadi bayangan Raja?” Yang Myung berkata, walaupun mereka melakukan ini, menggabungkan kekuatan dan melakukan kudeta, mereka memerlukan pembenaran untuk penggulingan itu. Menteri Yoon sudah menyiapkan alasan yang tepat: Hwon adalah raja yang tidak bertanggungjawab yang mengabaikan tugasnya untuk mengamankan suksesinya, yang berselirkan seorang peramal yang tidak bermoral yang menyebabkannya meninggalkan kewajibannya untuk berbakti.


Yang Myung menunjukkan kalau peramal itu bukanlah sekadar peramal, tapi ia dulu seorang putri Mahkota. Menteri Yoon kaget karena ternyata selama ini Yang Myung sudah tahu dan bertanya bagaimana Yang Myung masih menginginkan wanita milik raja? Bukankah itu terlalu serakah?


Hwon punya masalah penting lain yang mendesak yang ia percayakan pada Hong Kyu Tae dan memberinya surat yang berisi rincian tugas-tugasnya. Ia tahu kalau musuhnya sedang mempersiapkan penyerangan balik dengan memfitnahnya serta akan menyerang dengan gencar. Yeon Woo takut kalau dirinya yang menyebabkan Hwon mendapatkan masalah lebih banyak. Tapi Hwon menenangkannya, “Kau tidak berpikir kalau aku hanya akan duduk disini dan diserang kan? Tunggu dan lihatlah. Sebentar lagi akan ada cerita menarik yang akan menyebar di masyarakat.”


Hwon mengajak Yeon Woo keluar untuk berjalan-jalan di Istana Bulan Tersembunyi. Ia kemudian memberitahunya kalau ia telah menyembunyikan hadiah untuknya disini. Yeon Woo menjawab: “Aku sudah memiliki segalanya. Bagaimana aku berani menginginkan yang lain?”


Hwon menyuruhnya untuk mencarinya, jadi Yeon Woo mulai mencarinya di halaman. Hwon menunjukkan kalau Yeon Woo terlihat mencari dengan keras untuk seseorang yang baru saja berkata kalau ia tidak menginginkan apapun. Yeon Woo bertanya-tanya apakah hadiah itu terlalu kecil sehingga ia tidak bisa melihatnya. Hwon menyahut dengan setengah mengejek, “Kecil? Hadiah itu tidak kecil!”
Kata-kata Hwon memberinya ide dan ia bertanya dengan tidak percaya apakah Hwon akan memberinya Istana Bulan Tersembunyi. (bengawanseoul.com)Hwon tertawa dan berkata kalau itu terlalu besar. Ia berkata kalau hadiah itu adalah sesuatu yang penting, hanya ada satu didunia, unik dan semua wanita menginginkannya.


Yeon Woo bertanya-tanya, “Yang Mulia tidak bermaksud…..” dan Hwon memastikannya, “ Ya , yang kumaksud adalah diriku.” Yeon Woo tertawa. Ketika Hwon bertanya kenapa ia tertawa, Yeon Woo menjawab kalau ia tertawa karena bahagia.


Ia maju kedepan untuk memeluknya dan berkata kalau Yeon Woo sudah memberikan hatinya, jadi sekarang ia akan memberikan seluruh dirinya.


Menteri Yoon bertanya apakah Yang Myung sudah menyerah dan mengingatkannya bagaimana Raja yang terdahulu memperlakukannya dengan sangat buruk.
Yang Myung tertawa karena Menteri Yoon sudah salah menilainya. Ia berkata, “Apakah kau menganggapku begitu picik sehingga aku akan membiarkan kemarahan dan kecemburuan mendorongku untuk merebut kekuasaan? Aku tidak tertarik pada tahta. Restorasi, kehormatan dan kekuasaan. Aku tidak memerlukan hal-hal seperti itu.”
Menteri Yoon berpikir dalam hati kalau ia kecewa dengan kurangnya ambisi pada diri Yang Myung dan bersiap untuk meraih belati yang disembunyikannya. Seperti yang Bo Kyung katakan, ia tidak memerlukan hal-hal yang tidak berguna dan Menteri Yoon mempersiapkan belatinya.


Yang Myung berkata, “Yang kuinginkan adalah tempat untuk ritual leluhurku di Makam Jongmyo (makam raja) dan Heo Yeon Woo. Hanya dua hal itu.”






Credit:www.dramabeans.com

4 comments:

Anonim mengatakan...

like this...
d tunggu episode selanjut ny ya..
makasih untuk sinopsis2 ny. terutama drama ini. suka sukaa.. ^_^

Accilong mengatakan...

tak sabar menunggu dua episode terkhirr.. Hehheh

riju mengatakan...

suka suka suka bnget...
d tunggu dua episode slanjutny y,,,
klo bisa cepet(he2), abis pnasaran sh;-)

nadia mengatakan...

thanks ya tuk sinopsisny,,,,
jadi makin penasaran nih ending y gmn????
eeemmm mudah2an happy ending :-)

Posting Komentar