Pages

17/03/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 19


Setelah berkata kalau ia akan memberikan dirinya seutuhnya dan mencium Yeon Woo, Hwon dan Yeon Woo berjalan keluar dan Hwon bertanya-tanya apakah Yeon Woo tidak punya sesuatu untuk diberikan kepadanya karena ia sudah memberikan seluruh jiwanya.
Yeon Woo berkata kalau ia tidak punya apa-apa dan bertanya apa yang diinginkan Hwon. Hwon mulai mendekat padanya….”Kau tahu, itu…….aku ingin mencobanya…..” Yeon Woo meremas tangannya dengan gugup. Hwon mencondongkan badannya mendekat…..sedangkan Yeon Woo mundur sedikit demi sedikit.
Hwon: “Hal yang kau lakukan dengan Hyungnim di Hwalinseo….dengan tongkat kecil….”
Yang dimaksud Hwon adalah permainan yang dimainkan Yeon Woo bersama Yang Myung.


Yeon Woo menunjukkan caranya dan Hwon ternyata bermain dengan sangat buruk. Hyung Sun harus memberinya petunjuk untuk membantunya dan ia kemudian harus mengejar tongkat kecil yang terlempar sepanjang waktu. Tapi, akhirnya Hwon bisa juga dan mendapatkan tepuk tangan dari semua orang.


Sedangkan Yang Myung sedang dirayu untuk memberontak oleh Menteri Yoon. Yang Myung bertanya apakah Menteri Yoon mau melepaskan posisinya sebagai ayah Ratu, karena Yang Myung tahu kalau Bo Kyung satu-satunya putri Menteri Yoon.

Menteri Yoon hanya memberi senyuman jahat, Ia berkata kalau iatidak berniat untuk melepaskan posisinya “Seseorang selalu bisa mendapatkan putri yang lain.” Jadi ia sudah mempersiapkan pengganti Bo Kyung, yaitu So Hyang, keponakannya. Ternyata dugaan Bo Kyung benar. Yang Myung heran kenapa ia bisa mengabaikan putrinya.
Menteri Yoon bertanya apakah Yang Myung sedang mengujinya. Yang Myung hanya berkata kalau ia sudah menunjukkan keinginannya, jadi ia ingin Menteri Yoon juga mengatakan apa yang di inginkannya. Menteri Yoon berkata kalau ia ingin Yang Myung menegakkan kembali peraturan Wangsuje (Wangsuje adalah peraturan dimana Raja membagi kekuasaannya dengan Perdana Menteri). Yang Myung setuju untuk mempertimbangkannya, tapi ia tidak bisa mempertimbangkan masalah Yeon Woo.
Menteri Yoon menenangkannya dengan berkata kalau ia tidak bisa menikahi Yeon Woo, tapi ia bisa menyembunyikannya didekatnya, secara rahasia.
Yang Myung setuju untuk bergabung dengan mereka.
Bo Kyung merasa ketakutan, ia telah menduga  gerakan yang dilakukan ayahnya  bahkan sebelum ia melakukannya. Ia bertanya-tanya pada dirinya, “Ayah, apakah kau akan membuangku dan Raja?” Ia sadar kalau itu artinya Hwon dalam bahaya. Bo Kyung bergegas keluar untuk mencari Hwon di tengah malam buta.


Tapi yang ia lihat, Hwon sedang bersama dengan Yeon Woo. Wajahnya berubah suram, ia berhenti sebelum mereka melihatnya.  (bengawanseoul.com)Setelah Hwon dan rombongannya lewat, Bo Kyung segera kembali ke kamarnya.


Rencana pertama untuk menyerang Raja adalah dengan menggoyangkan opini publik. Tersebar kabar kalau Hwon menjalin cinta rahasia dengan seorang peramal. Hong Kyu Tae melakukan apa yang ia bisa untuk menahan rumor itu dengan mengatakan yang sebenarnya kalau Putri Mahkota kembali dari kematiannya dan ia adalah peramal yang ada dalam rumor itu. Rakyat merasa senang jika itu benar terjadi, karena sejak keluarga Ratu berkuasa, semuanya jadi berantakan.
Hwon bertemu dengan para menteri dan mereka meminta Hwon menghukum orang yang menyebarkan rumor tentang Putri Mahkota yang hidup kembali. Hwon bertanya-tanya kenapa mereka tidak mengemukakan masalah rumor tentang Raja dan peramalnya. Apakah mereka percaya pada rumor itu ataukah mereka yang menyebarkannya?
Semua Menteri gelisah dan merasa bersalah. Sedangkan Hwon tersenyum dan berkata kalau ia hanya bercanda. Semua menteri memandangnya dengan gelisah.
Bo Kyung memberitahu ayahnya kalau ia melihat Yeon Woo dengan kedua matanya dan itu bukan hanya imajinasinya. Tapi Menteri Yoon sudah lelah dengan ketakutannya dan memberitahunya kalau tidak masalah apakah gadis itu masih hidup atau sudah meninggal. Ia pun pergi karena ada sesuatu yang penting yang harus di urusnya.
Bo Kyung sadar kalau ayahnya sudah memutuskan untuk membuangnya beserta Hwon. Ia berpikir kalau sekarang hanya dirinya sendiri yang bisa melindungi apa miliknya. Ia menyuruh dayangnya untuk membawa peramal pengganti Nok Young dahulu.


Yeon Woo memohon satu permintaan pada Hwon. Ia meminta supaya ia di ijinkan untuk bertemu dengan Nok Young untuk yang terakhir kalinya. Hwon mengingatkannya kalau Nok Young adalah orang yang membuatnya menderita selama ini. Tapi Yeon Woo membantah dan berkata kalau Nok Young juga menyelamatkannya sehingga ia bisa tetap hidup.
Yeon Woo: “Setiap aku memandang wajah Yang Mulia, aku selalu bersyukur karena aku tetap hidup. Sekarang aku bisa melihat wajah Yang Mulia, itu karena Kepala Peramal menyelamatkanku” Ia menambahkan kalau ia ingin bertemu dengan Nok Young karena ia ingin menata perasaannya selama 8 tahun ini. Hwon hanya bisa mendesah.


Bo Kyung bertemu dengan peramal pengganti Nok Young dan bertanya apakah ia bisa membunuh seseorang dengan menggunakan ilmu hitam. Peramal itu berkata kalau yang bisa ia lakukan adalah memberikan rasa sakit yang luar biasa seperti yang ia lakukan pada Raja. (bengawanseoul.com)Sekarang Bo Kyung tersadar kalau serangan pada Hwon waktu itu adalah perbuatan ayahnya. Ia pun berusaha kembali tenang dan menyuruhnya untuk membuat Yeon Woo kesakitan sampai ia tidak mau hidup lagi.
Peramal itu berkata kalau ia harus tahu dengan tepat siapa korbannya itu dan ia harus ada disekitar tempat itu. Ia juga memerlukan seorang gadis perawan untuk memperkuat kekuatan mantranya, seperti yang dilakukan Min Hwa. Peramal itu menerangkan dengan jelas tentang persembahan itu. Ia berkata jika energinya cukup, korbannya bisa mati. Atau dengan kata lain semakin kuat keinginan gadis persembahannya, semakin kuat mantra yang ia lepaskan sehingga korban bisa mati.
Nok Young bisa merasakan ada sesuatu yang akan terjadi ketika ia melihat semangkuk air berubah menjadi darah di depan matanya. Ia pun segera membuangnya. Seseorang mengirimkan surat kepadanya. Setelah membacanya, ia masuk ke dalam rumah. Ia memperingatkan Seol untuk tidak pergi ke rumah itu (rumah Yeom) ketika ia tidak ada. 


Ia kemudian dipanggil ke istana untuk bertemu dengan Yeon Woo. Nok Young memberi hormat. Yeon Woo bertanya tentang temannya A Ri yang permintaan terakhirnya untuk melindunginya.
Nok Young berkata kalau ia tidak tahu banyak tapi dulu A Ri pernah diselamatkan oleh ibunya, sebelum Yeon Woo lahir, “Jadi orang yang menyelamatkanmu bukan aku ataupun dia, tapi ibumu.”
Yeon Woo berkata kalau ia mempercayai Nok Young karena ia menyelamatkannya tapi ia belum bisa  memaafkan Nok Young sepenuhnya, ia mengerti kenapa ia membuat pilihan itu.
Yeon Woo: “Sebelum terlambat, aku ingin mengatakan ini. Terima kasih. Untuk menyelamatkanku, terimakasih. Untuk menjagaku, untuk membesarkanku, untuk melindungiku, terimakasih. Untuk delapan tahun terakhir…..menjadi ibu untukku….terimakasih.”
Nok Young menangis, ia sukar mempercayai apa yang dikatakan Yeon Woo
Pada saat yang sama, Bo Kyung bertemu dengan peramal untuk meluncurkan mantra pada Yeon Woo. Ia berpakaian hitam. Ia menawarkan dirinya sebagai persembahan untuk ilmu hitam itu.
Tapi Nok Young sudah melihat apa yang akan terjadi dan memperingatkan Yeon Woo kalau ada mantra yang ditujukan kepadanya, “Tapi aku akan menghentikannya. Aku akan menghentikannya dengan nyawaku sendiri.”


Peramal itu mengucapkan mantra dan Nok Young menggunakan darahnya sendiri untuk menghadang mantra itu dan mengemballikannya ke orang yang mengucapkannya. Asap hitam itu kembali kepada pengirimnya. Itu membuatnya muntah darah, tapi ia berhasil mengalahkan peramal itu. Peramal itu menjerit kemudian pingsan dan membuat Bo Kyung kaget.
Bo Kyung gemetar dan peramal itu tiba-tiba bangun dan berbicara, tapi yang keluar adalah suara Nok Young. Bo Kyung ketakutan karena segera mengenali suara itu.
Nok Young menyebutkan semua dosanya, ia sudah menutup mulutnya tentang pembunuhan itu, mencoba memiliki orang yang bukan miliknya, ia sudah mengelabui Raja dan tidak mau bertobat. Kata-kata Nok Young membuatnya sadar kalau ia bukanlah korban tapi ia berusaha menyakinkan dirinya kalau ia hanya korban. Bo Kyung berteriak ketakutan dan Nok Young kemudian meninggalkan tubuh peramal itu, sehingga tubuh peramal itu jatuh ke lantai. Itu membuat Bo Kyung semakin gemetar.


Ia kembali kekamarnya dan mengingat kata-kata Nok Young dan menjadi histeris karena ketakutan.
Ibu Yeon Woo bersiap untuk berdoa di kuil untuk sementara waktu. Ia memberitahu Yeom kalau inilah saatnya untuk merelakan Yeon Woo, sehingga ia tidak terikat dengan masa lalu ketika bayi Yeom lahir.  Ibu berpesan agar Yeom menjaga dan merawat Min Hwa. Yeom melihat ibunya pergi. Sedangkan Seol memandang mereka dari jauh.
Ketika ibu sudah pergi, salah seorang pelayannya bertanya pada Yeom apakah ia sudah mendengar tentang rumor yang beredar kalau Yeon Woo mungkin meninggal karena dibunuh  keluarga istrinya dan ia mungkin masih hidup. Ia menambahkan kalau ada sesuatu yang selalu menganggunya, delapan tahun yang lalu, ia teringat kalau pergi ke makam Yeon Woo sehari setelah ia dimakamkan dan sepertinya makamnya telah digali.
Tiba-tiba, percakapan mereka diganggu oleh sebuah anak panah yang menancap didekat wajah Yeom. Ada sebuah surat yang terselip, dari Menteri Yoon. Ia menulis kalau yeon woo meninggal bukan karena sakit dan Min Hwa terlibat dalam kutukan yang membuat Yeon Woo meninggal karena ingin memilikinya. Ia menambahkan kalau Raja terdahulu menyembunyikan masalah ini demi menyelamatkan Min Hwa. Yeom pun teringat ketika Min Hwa bertanya apakah ia punya seorang istri.

Yeom memikirkan surat itu, sekarang ia sadar apa yang dimaksud Min Hwa ketika ia menangis dan berkata kalau ia minta maaf untuk semuanya.
Yeom masuk ke kamar Min Hwa dengan wajah marah sambil mengingat kata-kata dalam surat itu yang menyebutkan kalau ia bahagia diatas mayat adiknya, sedangkan Min Hwa senang ia datang dan bercerita kalau ia sedang membuat baju untuk bayi mereka, ia berharap bayi mereka laki-laki dan mirip dengan Yeom. Yeom akhirnya membuka mulutnya, “Apa aku yang ingin kau miliki? Dan apakah kau sudah memiliki apa yang kau inginkan? Apa yang kumiliki sehingga kau menginginkanku dan berbuat seperti itu?”


Yeom memandang Min Hwa dengan pandangan benci. Min Hwa mulai menangis. Yeom mendekat dan memohon padanya kalau itu semua tidak benar, kalau yang dipikirkannya salah. Tapi Min Hwa terjatuh dilantai sambil menangis, “Maafkan aku!” Yeom tidak percaya kalau selama ini ia berbohong padanya dan mengkhianati seluruh keluarganya.
Min Hwa berkeras kalau ia ingin memberitahunya, tapi ketika ia melihat Yeom sangat bahagia dengan kehamilannya, ia tidak mampu berkata apa-apa. Ia takut ketika ia mengatakannya, maka ia akan dipisahkan dengan anaknya. Yeom berkata kalau ia harus disalahkan juga, karena membiarkan hal itu terjadi. Ia berbalik pergi, tapi Min Hwa memegangnya. Dan memohon padanya untuk tidak menyalahkan dirinya dan membuang anaknya. Yeom mendorongnya pergi dengan dingin. Min Hwa hanya bisa menangis tersedu-sedu.
Para menteri duduk bersama menunggu reaksi dari Yeom, mereka berharap kalau ia bunuh diri karena merasa berdosa. Tapi ketika mereka menduga kalau ia tidak akan melakukan apa yang mereka inginkan, mereka memutuskan untuk membunuhnya.


Yeonm sedang duduk termenung dikamarnya. Tiba-tiba ia mendengar suara gaduh diluar. Ia memeriksanya, tapi malah melihatsekelompok pembunuh yang berjalan mendekatinya. Yeom mundur, tapi tiba-tiba Seol muncul sambil mengeluarkan pedangnya.
Seol memberitahunya untuk berdiri dibelakangnya, Yeom sebenarnya tidak setuju karena Seol seorang perempuan. Tapi Seol punya pedang, sedangkan ia tidak.


Seol melawan mereka dan membunuh beberpa orang, tapi ia tertusuk. Seol tetap tidak berhenti dan terus melawan. Ia menekuk lututnya ke depan, tapi ada pedang yang menghunjam langsung ke badannya.
Untunglah Woon muncul. Seol terjatuh ke tanah dan Yeom langsung berlari mendekatinya. Sedangkan Woon melawan sisa pembunuh itu. Sayangnya Seol terluka parah.


Yeom memeluknya, “Seol ah! Seol Ah!” Seol menggunakan kekuatannya yang terakhir untuk membuka matanya, “Yeon Woo agasshi masih hidup.”
Mata Yeom membesar. Seol; “Tuan Muda memintaku untuk menjaganya ketika tuan tidak ada. Sebenarnya aku ingin melindunginya sepanjang hidupku. Tapi aku malah seperti ini. Maafkan aku.” Dengan gemetar, Yeom memberitahunya betapa berterimakasih dirinya karena Seol sudah menjaga Yeon Woo sampai sekarang dan memberitahunya kalau ia minta maaf karena sudah memberinya beban yang berat.


Seol memberitahunya untuk tidak usah minta maaf, “Tuan Muda yang telah memberiku nama. Sejak hari itu sampai saat ini….walaupun aku tahu kalau aku tidak boleh…..Aku yang rendahan ini menyimpan perasaan pada Tuan yang berharga. Aku menguburnya dalam hatiku. Oleh karena itu aku menyesal.” Seol memintanya untuk memaafkannya dan matanya mulai tertutup.
Yeom menangis, kemudian berteriak, “Menyesal? Memaafkanmu? Untuk apa?! Apa yang kumiliki sehingga kau rela mengorbankan nyawamu?” Seol berkata dalam hati,”Tuan, karena dirimu, aku menjadi seorang manusia. Aku menjadi seorang wanita. Aku menjadi Seol. Ini hidup yang pendek, tapi sekarang, aku lebih bahagia dari semua wanita didunia ini. Oleh karena itu, Tuan harus selalu bahagia.”
Seol meninggal dalam pelukan Yeom dan Yeom memanggil namanya terus menerus.


Nok Young terbangun karena rasa sakit didadanya dan melihat Janshil menangis diluar. Mereka tahu kalau Seol sudah meninggal. Janshil berkata kalau Seol terus menyuruhnya untuk hidup dengan bahagia dan untuk memberitahu Nok Young kalau ia berterimakasih.


Saat mereka berdua menangis, salju mulai turun. Nok Young berkata dalam hati, “Gadis bodoh. Apakah kau begitu bahagia karena bisa memeluk bunga apimu dan kemudian pergi?”
Seol (voice over): “Ya aku bahagia. Sebagai seorang budak itu bisa dibilang sebagai perjalanan hidup yang indah.”


Hwon menyuruh Woon untuk memindahkan Min Hwa dan Yeom ke tempat yang aman. Hwon bertanya apa ada yang terluka. Woon terdiam sejenak karena tahu kalau Yeon Woo mendengar semuanya, ia kemudian memberitahu Hwon tentang Seol. Yeon Woo menangis di kamarnya, mendengar semua itu.
Tiba-tiba Hwon memerintahkannya untuk mengirimkan orang untuk memeriksa neneknya, karena ia korban selanjutnya. (bengawanseoul.com)Di dalam kamar Ibu Suri, ia mulai muntah darah setelah memakan makanan yang beracun. Ia terengah-engah dan mengutuk Menteri Yoon.


Ia mendongak dan gembira ketika memelihat seseorang yang dipikirnya Hwon. Orang itu hanya terlihat memakai jubah Raja tapi tidak kelihatan kepalanya.
Ibu Suri memberitahunya kalau ia melakukan semua ini untuk kebaikannya. Ia kemudian muntah darah lagi. Tapi orang itu hanya membelakanginya dan berjalan pergi, meninggalkannya yang sekarat. Ibu Suri kemudian teringat tentang tuduhan Hwon yang persis sama dengan kata-kata ayahnya yang dikatakannya 8 tahun yang lalu. Setelah itu, Ibu Suri meninggal.
Para menteri gembira ketika mendengar kalau Ibu Suri meninggal. Salah satu menteri berkata kalau mereka tidak boleh mengabaikan rumor-rumor yang beredar karena rakyat mulai memperhatikannya. Mereka khawatir kalau mereka kehilangan dukungan dari rakyat.  Yang Myung bergabung dengan mereka untuk membuat rencana lebih lanjut. Yang Myung menyarankan agar mereka memajukan tanggal kudeta mereka.


Ia meyakinkan mereka kalau sentimen publik harus dihentikan sebelum berkembang lebih besar. Jika mereka kehilangan dukungan dari rakyat, maka mereka akan terlihat seperti orang yang haus kekuasaan. Untungnya ia punya kemampuan untuk menenangkan rakyat. Ia menunjukkan kebaikannya ketika ia memastikan kalau Hwalinseo mendapatkan suplai obat-obatan yang mereka butuhkan. Itu menunjukkan kalau ia adalah Raja yang sempurna untuk semua orang. Sehingga mengumpulkan pendukung akan menjadi sangat mudah. Jika demikian ia bisa tertulis dalam sejarah sebagai pahlawan rakyat yang menggantikan Raja yang lebih mementingkan cintanya dan mengabaikan para menterinya. Ia kemudian meminta mereka untuk mempersiapkan peresmian persekutuan mereka, malam ini.


Yeon Woo duduk dikamarnya, menahan tangisnya. Hwon menyuruhnya menangis sebanyak yang ia mau. Yeon Woo berkata kalau ia tidak punya hak untuk menangis.
Yeon Woo: “Ia selalu melindungiku, tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk melindunginya. Ia adalah temanku, keluargaku….tidak….dia lebih dari itu. Aku tidak mengerti kenapa ia harus meninggal, kenapa kakakku dalam bahaya.” Yeon Woo mempertanyakan apa itu kedudukan dan kekuasaan? Kenapa selalu membutuhkan pengorbanan darah orang yang tidak bersalah.
Hwon menarik Yeon Woo ke dalam pelukannya dan memberitahunya kalau ia tidak akan berhenti sampai kejahatan itu berakhir.
Yang Myung bertemu dengan orang-orang yang menginginkan kudeta. Ia tertawa ketika melihat wajah-wajah yang familiar baginya, seperti Professor Physiognomi yang dulu membawa Wol ke istana.


Ia tergelak, bertanya-tanya dengan suara keras siapa yang pernah berpikir kalau orang penuh cinta dan menyenangkan seperti dirinya tiba-tiba menginginkan tahta.
Menteri Yoon berkata kalau kudeta akan dilakukan ketika pertandingan berburu yang akan datang, dimana Raja akan pergi berburu bersama orang-orang untuk merayakan datangnya musim semi. Hanya saja acara berburu itu akan dilakukan didalam istana. Yang Myung meneruskan kata-katanya,…”Dan yang menjadi buruannya adalah Raja?”
Ia kemudian mengambil sebuah buku kosong dan menyuruh semua orang untuk mengisinya dengan nama-nama mereka.  Mungkin saat ini hanya akan menjadi buku biasa, tapi ketika ia sudah mendapatkan tahta, maka ini akan menjadi daftar orang yang setia padanya. Menteri Yoon tersenyum dan mengisinya.
Buku itu diedarkan ke seluruh ruangan dan mereka semua menuliskan namanya. Yang Myung sedikit menyeringai melihatnya.
Hwon berbicara pada Dewan Istana tentang acara berburu itu dengan senyum diwajahnya. Ia bertanya akan ada berapa orang prajurit? Menteri pertahanan menjawab kalau akan ada 200 orang prajurit. Ia kemudian teringat ketika memberitahu Yang Myung kalau ada 200 prajurit, tapi ia kemudian akan menambahkan 100 orang lagi sehingga totalnya 300 orang. Yang Myung berkata kalau saat itu pertahanan dalam istana akan lemah. Ketika Raja bergerak ke kuil Jongmyo, maka sebagai anggota keluarga ia akan mengikutinya dari belakang. Ia menyuruh Menteri pertahanan agar mengarahkan prajuritnya ke dalam istana tapi bukan ke tempat perburuan. Kembali ke masa kini, Hwon mneyuruh semua orang mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ia ingin melihatnya, terutama Menteri Yoon.
Tapi ia tetap terlihat khawatir dan memberitahu Yeon Woo kalau ia akan memindahkannya ketempat yang lebih aman, ketika ia pergi berburu.  Yeon Woo tidak mengerti. Hwon menjelaskan kalau ia tidak suka meninggalkan Yeon Woo sendirian ketika ia pergi. Yeon Woo percaya kalau Hwon mendapatkan apa yang diinginkannya. Ia  memintanya untuk kembali dengan selamat dan Hwon pun berjanji akan melakukan itu.


Yang Myung mendongak memandang langit malam dan berkata dengan suara keras, “Lihat apa yang pernah kukatakan? Aku berkata kalau bulan akan mengikutiku kemanapun aku pergi. Ia mengatakan hal itu pada Woon yang keluar dari kegelapan malam. Karena tahu kalau ia berbicara padanya.
Yang Myung: “Aku akan bertanya satu hal. (bengawanseoul.com)Apakah kau kesini karena perintah atau kau disini sebagai seorang teman?
Woon: “ Aku datang sebagai seorang teman.”
Yang Myung mendesah kalau teman adalah kata yang bagus, “Aku akan bertanya satu hal.” Woon: “Kau sudah menanyakannya.” Yang Myung menunjukkan kalau Woon teman yang membosankan, “Aku akan bertanya satu hal lagi. Apa kau akan menganggapku seorang teman sekarang?”
Woon: “Aku sudah melakukannya sampai sekarang dan akan terus melakukannya.” Yang Myung tersenyum, “Apapun pilihan yang akan kubuat, tidak peduli apapun yang akan kulakukan, apakah kau tetap temanku?” Kata-katanya membuat Woon curiga yang segera bertanya apa yang dimaksudnya.
Yang Myung berkata kalau itu bukan hal yang penting, karena pilihan sudah dibuat, “Bagaimana kita bisa berakhir seperti ini?”


Hari berburu pun tiba dan semua orang bersiap. Hyung Sun memberitahu Hwon kalau ini saatnya pergi dan tiba-tiba berhenti untuk berkata kalau kehormatan baginya bisa melayaninya.
Hwon bertanya kenapa ia berbicara seperti ia akan meninggal Hyung Sun memohon padanya agar ia kembali dengan selamat. Ia pun menatap Woon,”Apa kau siap?” Mereka pun berjalan keluar beriringan.
Kedatangan Hwon di umumkan. Hwon berpikir dalam hati, “Ini waktunya. Waktunya telah tiba untuk semuanya kembali ke tempatnya yang benar.”
Ia berjalan menuruni tangga dan bertemu pandang dengan Menteri Yoon kemudian Yang Myung.
Saat mereka berjalan beriringan, Yang Myung mengikuti dibelakang Hwon.
Flashback.
Ketika Yang Myung mengemukakan rencananya di depan para pendukungnya,  kudeta akan dimulai saat Raja sampai ke gerbang utama. Pintu terbuka dan prajurit berlari masuk ke dalam. 


Semua orang mengangkat pedang mereka mengelilingi Raja. Yang Myung dan Hwon berdiri menghadapkan punggung mereka  didalam lingkaran.


Pada saat yang sama, kedua bersaudara itu berbalik dan mengangkat pedang mereka, mengarahkan ke leher masing-masing.
Woon berputar dan pedangnya diarahkan ke leher Yang Myung.
Mengikuti tanda yang diberikan Yang Myung, para menteri berbalik dan bergabung untuk menyerang Raja dan membunuh semua orang yang akan melindunginya. Jelas-jelas Hwon kalau jumlah.


Dengan pedang yang terarah ke leher Hwon, Yang Myung berteriak,
Yang Myung: Aku datang untuk memberitahumu: Matahari ada dilangit. Tapi langit sudah memusnahkan matahari. Takdir sudah berganti dan kau sudah mencapai akhir takdirmu.”





Credit: www.dramabeans.com

5 comments:

Chiiicah mengatakan...

Yang myung serius menodongkan pedang k leher Hwon??? Tp pas minta tanda tangan para menteri yg mendukungnya ia tersenyum, smoga pertanda baik...
1 episode lg y?
Semangat...

Anonim mengatakan...

jjjaaaaaaaaaaahhhh
keren banget nih episode

Anonim mengatakan...

sangat mencengangkan ihir god

Anonim mengatakan...

hhheeeeeeeeee......
saat episode" terakhir aq gg lihat ...
hheehhheeeeeeemmmmmm

Anonim mengatakan...

tolong diulang lgi 1 episode yaaa......

pplliieeeaaazzz

Posting Komentar