Pages

20/02/12

CAN'T LOSE EPISODE 16


Eun Jae pulang ke rumah sendirian dan menangis. Ia merasa iri dengan Woo Shik dan putrinya yang sudah berbaikan. Pada saat yang sama, Hyung Woo dan Seok Hoon saling menantang, kalau mereka tidak akan menyerah untuk mengejar Eun Jae.
Hyung Woo pulang ke rumah dan menceritakan penyesalannya karena bertengkar dengan Eun Jae dan tidak memperlakukannya dengan baik ketika ia masih bersamanya. Ia mendesah kalau ternyata ia tidak begitu mengenalnya seperti yang ia pikirkan, tapi sekarang ia sudah kehilangan kesempatan untuk memperbaikinya karena Eun Jae meminta waktu untuk sendiri.
Dengan sedih ia berkata kalau ia akan membawa Eun Jae dalam kantongnya kalau ia bisa, hanya untuk melindunginya. Go Ki: “Bukankah ia….sedikit besar untuk dimasukkan ke dalam kantong….?
Eun Jae tidak bisa tidur. Ia hanya berbaring dengan gelisah dan Hyung Woo menelponnya. Eun Jae sebenarnya malas mengangkatnya dan mengatakan kalau apapun yang akan dikatakan Hyung Woo, ia tidak akan menjenguk ayahnya 


Hyung Woo meyakinkannya kalau ia menelponnya karena ia tahu kalau Eun Jae tidak bisa tidur dan berpura-pura kalau ia sedang ingin bernyanyi, jadi apakah Eun Jae mau mendengarkan nyanyiannya?
Ia mengunci diri di toilet dan menyanyi lagu balada untuk Eun Jae. Di luar, Go Ki dan Woo Shik mendengarkan nyanyiannya. Mereka memuji suara Hyung Woo dan kemudian tertidur.
Ia bernyanyi sampai Eun Jae tertidur dan berkata padanya, “Mimpilah yang indah dan jangan menangis malam ini.”


Malam itu, Eun Jae bermimpi hal yang sama. Ia bermimpi ia menjadi gadis kecil dan memanggil ayahnya yang tidak pernah menengok ke belakang dan meninggalkannya. Tapi kali ini Hyung Woo ada disana dan ia  menghibur Eun Jae kecil, menghapus air matanya dan memberitahunya kalau mereka akan bertemu lagi suatu hari dan memintanya untuk tumbuh dengan baik sampai hari itu tiba.
Ia terbangun dan terguncang karena mimpinya terasa nyata. Ia bertanya-tanya apa artinya itu.