Pages

17/04/12

THE KING 2 HEARTS EPISODE 7


Hang Ah dan Jae Ha ketahuan sedang berciuman. Ayah Hang Ah kaget melihat mereka berdua.
Jae Ha mondar-mandir  dengan gelisah. Akhirnya terdengar pintu yang dibuka, Jae Ha pun langsung berkata, " Hyung, tadi itu ........
Tapi ternyata yang masuk adalah ayah Hang Ah.
Jae Kang duduk dengan canggung bersama Hang Ah, yang terlihat sangat ketakutan. Jae Kang bertanya, "Apa kau sangat menyukai Jae Ha?" Hang Ah hanya bisa menunduk.
Jae Kang menambahkan, "Terima kasih. Dan aku minta maaf. Kau pasti sudah mengalami banyak kesulitan karena Jae Ha." Hang Ah ternganga. Jae Kang memberitahunya kalau segalanya akan bertambah sulit, jika Ia bertunangan dengan Jae Ha.
Jae Kang berkata kalau ia tidak begitu mengenalnya, baik secara personal maupun karena kebudayaan mereka yang berbeda. Orang- orang bisa berpikir yang tidak-tidak padanya, salah paham dengannya, menilainya kemudian menyerangnya.
Jae Kang, " Bagaimana jika kau membaginya denganku? Sampai kau terbiasa. Sampai Jae Ha bisa berpikir kembali. Bagaimana jika aku berdiri dibelakangmu dan terus mengawasi.
Mungkin ia tidak terlihat bisa diandalkan, tapi ia tetaplah seorang raja, "Aku sangat sempurna jika dijadikan pelindung." mata Hang Ah mulai berkaca-kaca, Ia merasa sangat berterimakasih.
Hang Ah, "Apakah akan baik-baik saja jika itu hamba?" Jae Kang, "akan baik-baik saja karena itu dirimu."


Pembicaraan Jae Ha dengan ayah Hang Ah berbeda. Jae Ha duduk dengan tegak sedangkan ayah terus mendesah. Akhirnya ayah bertanya apakah Jae Ha menyukai Hang Ah. Jae Ha tergagap kalau merka tadinya terlalu banyak minum.....
Ayah: " Jadi ketika keluarga kerajaan Korea Selatan minum, Ia akan menarik sembarang gadis dan melakukan hal itu?" Ketika ayah bertanya sekali lagi apakah Jae Ha menyukai Hang Ah, Jae Ha tidak bisa menjawabnya. Ayah pun kesal dan langsung berdiri, “Baik,! Aku akan melaporkannya begini: Pangeran Korea Selatan mabuk, menyerah pada naluri kehewanannya dan mengacaukan perdamaian.”


Jae Ha berlutut dan memeluk kaki ayah. Ia memandang ayah Hang Ah dengan pandangan berharap, tapi ia tahu kalau ia kalah. Ia kemudian menundukkan kepalanya.